Dari jumlah tersebut, 30 orang diberikan surat tilang karena melakukan pelanggaran lalu lintas, yang paling dominan adalah pengendara pelajar yang tidak menggunakan helm.
Operasi berlangsung di titik-titik rawan pelanggaran, seperti di depan sekolah dan persimpangan padat kendaraan.
Razia ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama kalangan pelajar, akan pentingnya keselamatan berkendara.
Kasat Lantas Iptu Zulfikar menjelaskan bahwa pihaknya tetap mengedepankan pendekatan persuasif dalam pelaksanaan razia.
“Kami temukan cukup banyak pelajar yang berkendara tanpa memakai helm. Dari total 60 pengendara yang terjaring, setengahnya kami berikan tilang, sedangkan sisanya hanya diberi teguran dan edukasi langsung di lokasi,” ujar Iptu Zulfikar.
Ia menambahkan, pelanggaran tidak hanya soal helm, tetapi juga pengendara di bawah umur dan tidak membawa surat-surat kendaraan. Meski begitu, pendekatan humanis tetap menjadi prioritas dalam menegakkan aturan.
“Kami tidak semata-mata menilang, tapi juga menjelaskan pentingnya keselamatan berlalu lintas. Banyak dari pelanggar masih pelajar dan belum cukup umur, jadi perlu pembinaan,” kata Iptu Zulfikar.
Dalam razia tersebut, petugas juga memberikan pamflet berisi imbauan keselamatan serta mengingatkan pentingnya memakai perlengkapan berkendara yang sesuai standar.
"Orang tua juga diimbau untuk lebih memperhatikan anak-anaknya agar tidak sembarangan mengendarai motor, apalagi tanpa helm," tegas Zulfikar.
Operasi Patuh Seligi akan berlangsung selama dua pekan ke depan. Polisi berharap masyarakat, khususnya para pelajar, dapat lebih disiplin dan sadar akan pentingnya keselamatan di jalan raya.
“Kami ingin menekan angka kecelakaan lalu lintas, terutama yang melibatkan pelajar. Semoga melalui operasi ini, kesadaran masyarakat meningkat,” tutup Kasat Lantas. (*)
Editor : Tunggul Manurung