batampos– Musibah kebakaran kapal pompong menimpa Sabran, nelayan asal Desa Belibak, Kecamatan Palmatak, pada Rabu (13/8) dini hari.
Kapal yang menjadi satu-satunya alat bagi Sabran untuk mencari nafkah kini tinggal puing, meninggalkan luka mendalam bagi dirinya dan keluarga kecilnya.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kecamatan Palmatak, Yupin, membenarkan insiden tersebut. “Iya, benar terbakar kapal pompongnya. Kasihan korban, tak bisa melaut,” ujar Yupin.
Menurut Yupin, kebakaran terjadi sekitar pukul 02.00 WIB akibat korsleting pada aki pompong.
Warga yang berada di sekitar lokasi sempat melihat asap tebal disertai kobaran api.
Beberapa nelayan berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun si jago merah sudah terlanjur membesar dan melahap seluruh bagian kapal.
“Kerugian korban sekitar Rp 60 juta. Habis semua pompongnya. Kasihan sekali. Saya harap pemerintah dapat membantu meringankan bebannya,” ungkap Yupin.
Ia juga mengimbau nelayan lain agar lebih berhati-hati dalam memeriksa kondisi kelistrikan kapal, baik saat berlabuh maupun sebelum berangkat melaut.
“Kami minta nelayan rutin memeriksa kabel dan aki, supaya kejadian seperti ini tidak terulang,” pungkasnya. (*)
Editor : Tunggul Manurung