batampos– Maskapai Wings Air resmi mengurangi jadwal penerbangan dari Bandara Letung (Anambas) menuju Batam atau sebaliknya.
Mulai 1 September 2025, pesawat hanya terbang sekali dalam seminggu, tepatnya hari Minggu, dari yang sebelumnya bisa mencapai 3 hingga 4 kali dalam sepekan.
Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, menyayangkan keputusan sepihak dari maskapai milik Politisi PKB, Rusdi Kirana tersebut.
Menurutnya, keberadaan Wings Air sangat dibutuhkan masyarakat, baik untuk urusan pemerintahan maupun mendukung sektor pariwisata.
“Saya sudah bersurat ke Lion Air Group untuk meminta penjelasan soal pengurangan jadwal. Kita minta jangan cuma sekali seminggu, minimal dua kali. Sampai sekarang belum ada jawaban resmi,” ujar Aneng, Jumat (5/9).
Aneng menegaskan, Pemkab Anambas tetap mendukung keberadaan Wings Air. Namun, jika tidak ada respons, pihaknya siap mencari alternatif maskapai lain agar tetap ada penerbangan reguler dari Letung.
“Kalau tidak ada jawaban juga, saya sudah minta Dishub menjajaki maskapai lain supaya bisa masuk ke Letung,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Anambas, Nurullah, mengatakan dari informasi yang ia peroleh, pengurangan jadwal ini bukan karena sepinya penumpang, melainkan faktor operasional internal Wings Air.
“Kalau soal penumpang, data dari pengelola bandara justru stabil antara 2024 hingga 2025. Jadi bukan karena itu. Katanya memang faktor operasional,” jelas Nurullah.
Ia menambahkan, pengurangan jadwal ini hanya berlaku selama dua bulan ke depan.
Dishub bersama pengelola Bandara Letung juga sudah berupaya mencari solusi, termasuk membuka peluang maskapai lain masuk.
“Informasinya, Kepala Bandara akan ke Jakarta dalam waktu dekat. Mudah-mudahan bisa sekalian negoisasi dengan maskapai lain,” kata Nurullah.
Adapun tarif tiket Wings Air dari Batam menuju Letung maupun sebaliknya berada dikisaran Rp 1,6 Juta hingga Rp 1,8 juta dengan estimasi lama penerbangan 55 menit. (*)
Editor : Tunggul Manurung