batampos- Kantor DPRD Kabupaten Anambas dipastikan akan mengalami renovasi pada tahun 2026 mendatang.
Sekretariat DPRD telah mengusulkan anggaran sebesar Rp 200 juta untuk memperbaiki berbagai kerusakan yang terjadi di gedung tersebut.
Sekretaris DPRD Anambas, Jhon Aquarius Putra, mengatakan renovasi ini sudah layak dilakukan mengingat kondisi bangunan yang semakin memprihatinkan.
Ia menyebutkan banyak bagian yang rusak dan harus segera dibenahi demi kenyamanan serta keamanan pegawai maupun anggota dewan.
Menurut Jhon, kerusakan paling parah terdapat pada bagian plafon. Bahan plafon lama yang terbuat dari gipsum dinilai tidak tahan terhadap air sehingga cepat rusak ketika terjadi kebocoran.
“Yang plafon kita ganti dengan PVC. Plafon lama kita itu pakai gipsum, jadi kena air langsung rusak, nggak tahan lama,” ujar Jhon Aquarius, Jumat (21/11).
Selain plafon, instalasi listrik juga menjadi perhatian utama dalam rencana renovasi tersebut. Ia menyebutkan beberapa titik kabel sudah mengelupas dan perlu segera diganti.
Tak hanya itu, beberapa piting lampu sudah tidak berfungsi dengan benar, sementara sejumlah colokan listrik di ruang anggota DPRD bahkan telah rusak akibat korsleting.
“Di ruang anggota DPRD kita ada colokan listrik yang tak berfungsi lagi. Sudah korslet, nah itu perlu juga diperbaiki,” jelas Jhon.
Ia menegaskan bahwa usulan anggaran Rp 200 juta tersebut sudah dihitung secara rinci sebelum diajukan. Namun, ia tetap menunggu keputusan final dari pembahasan APBD 2026.
“Tapi kalau anggaran pastinya berapa, kita tetap terima. Kan kita usulkan dulu. Apalagi belum ketuk APBD 2026,” lanjutnya.
Jhon menambahkan, renovasi besar sebenarnya sudah lama tidak dilakukan. Terakhir kali pada 2019, perbaikan hanya sebatas pengecatan ulang bagian luar dan dalam gedung.
Menurutnya, kondisi gedung saat ini memang membutuhkan sentuhan perbaikan yang lebih menyeluruh, bukan sekadar pembenahan ringan seperti sebelumnya.
Ia juga menjelaskan bahwa tahun ini sebenarnya ada kegiatan renovasi kecil-kecilan dengan anggaran sekitar Rp 30 juta. Perbaikan tersebut dilakukan pada toilet di belakang ruang sidang paripurna.
“Sebenarnya tahun ini kita ada renovasi, tapi kecil, Rp 30 jutaan lah. Itu kita baguskan toilet di belakang ruang sidang paripurna. Soalnya kalau tak direhab, suka banjir kalau hujan,” ucap Jhon.
Dengan berbagai kerusakan yang ada, ia berharap usulan anggaran renovasi tahun 2026 dapat disetujui agar gedung DPRD Anambas kembali layak digunakan. Renovasi ini dinilai penting untuk memastikan kelancaran pelayanan dan kegiatan kedewanan ke depan. (*)
Editor : Tunggul Manurung