batampos- Dua hari berturut-turut, Kabupaten Kepulauan Anambas mengalami banjir rob atau naiknya air laut secara drastis sejak Jumat (5/12) malam.
Kondisi ini membuat sejumlah wilayah pesisir terendam dan memaksa warga meningkatkan kewaspadaan.
Banjir rob mulai terlihat pada Jumat pagi ketika air laut naik di luar batas normal.
Hingga Sabtu malam, kondisi tersebut masih terjadi dan membuat aktivitas warga pesisir terganggu, terutama di kawasan padat permukiman.
Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, turun langsung memimpin kegiatan penanganan banjir rob.
Pusat komando ditetapkan di Tarempa agar koordinasi lebih cepat dan seluruh laporan dapat dipantau secara real time.
Seluruh petugas gabungan dari TNI–Polri, Satpol PP, Pemadam Kebakaran, dan BPBD dikerahkan ke titik-titik rawan banjir rob.
Mereka ditempatkan di berbagai pulau untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan warga yang membutuhkan bantuan dapat segera ditangani.
Kepada Batam Pos, Bupati Aneng mengaku bersyukur bahwa selama dua hari ini kondisi cuaca sangat cerah sehingga tidak menimbulkan risiko berat bagi warga. Ia mengatakan hal ini sangat membantu proses penanganan di lapangan.
“Alhamdulillah, cuaca aman. Laporan dari BPBD, tidak ada korban. Cuma air laut yang masuk ke dalam rumah warga kita,” ujar Aneng, Minggu (7/12).
Aneng menjelaskan, wilayah yang paling terdampak merupakan daerah pesisir. Mulai dari Tarempa, Tarempa Timur, Tarempa Barat, Pesisir Timur, hingga beberapa titik di wilayah Jemaja.
Rumah-rumah yang berada dekat bibir pantai mengalami genangan cukup tinggi saat puncak air laut pasang.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terus memantau situasi dan melakukan langkah cepat.
“Kami pastikan seluruh personel siaga penuh. Keselamatan warga adalah prioritas utama. Pemerintah hadir di lapangan, bukan hanya melihat, tetapi bekerja,” tegas Aneng.
Selain itu, ia meminta warga tetap tenang namun tetap waspada. Pemkab juga menyediakan posko siaga untuk melayani laporan atau kebutuhan mendesak warga yang terdampak.
Sementara itu, menurut prediksi terbaru BMKG, potensi banjir rob masih dapat terjadi dalam dua hingga tiga hari ke depan.
Hal ini dipengaruhi fase bulan purnama serta angin kencang yang mendorong peningkatan tinggi gelombang di wilayah Anambas.
BMKG memperkirakan puncak pasang air laut masih mungkin terjadi pada pagi dan malam hari, sehingga warga pesisir diminta mengamankan barang-barang penting dan menghindari aktivitas dekat bibir pantai ketika air mulai naik.
Dengan kondisi yang masih fluktuatif, Pemkab Anambas bersama seluruh unsur petugas lapangan tetap menyatakan status siaga untuk memastikan masyarakat dapat menjalani aktivitas dengan aman. (*)
Editor : Tunggul Manurung