batampos- Badan Search And Rescue Nasional (Basarnas) Natuna hingga kini belum mengerahkan tim untuk melakukan pencarian terhadap kapal kargo KM Pelangi 15 yang dilaporkan hilang saat berlayar dari Tarempa menuju Pemangkat atau Pontianak, Kalimantan Barat.
Kepala Pos SAR Natuna di Anambas, Bima, mengatakan pihaknya masih menunda pencarian karena kondisi cuaca yang tidak mendukung.
Menurutnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan mengenai potensi ombak tinggi di sejumlah perairan.
“Kami tidak turun ke lapangan karena BMKG mengeluarkan peringatan cuaca dan gelombang tinggi,” ujar Bima, Selasa (9/12).
Meski begitu, Basarnas tetap melakukan langkah komunikasi dengan menerbitkan maklumat pelayaran kepada Bakamla Pontianak.
Maklumat tersebut memuat informasi hilangnya KM Pelangi 15 dan permintaan agar seluruh kapal yang melintas melaporkan jika melihat tanda-tanda keberadaan kapal melalui Basarnas atau kanal radio di frekuensi 16.
Bima menambahkan, sebelum kapal dinyatakan hilang, tracking terakhir dari aplikasi Automatic Identification System (AIS) menunjukkan KM Pelangi 15 sempat berputar beberapa kali di satu titik. Setelah itu, sinyal kapal tidak lagi terdeteksi.
Di sisi lain, warga Desa Nyamuk, Kecamatan Siantan Timur, memilih turun langsung ke laut untuk mencari keberadaan kapal.
Mereka berangkat menuju titik koordinat terakhir yang terekam AIS, meski hingga kini belum ada hasil yang ditemukan.
Dalam kesempatan berbeda, Jalis, istri salah satu anak buah kapal (ABK) bernama Juraimi, menyampaikan harapan agar seluruh kru segera ditemukan. Ia meminta pencarian dapat berjalan lancar.
“Saya berharap suami dan seluruh kru kapal dapat ditemukan dalam keadaan selamat,” kata Jalis dengan nada penuh harap.
Diketahui, KM Pelangi 15 berangkat dari Pelabuhan Tarempa pada Sabtu (6/12) malam pukul 23.00 WIB.
Kapal berwarna hijau itu membawa muatan ikan segar serta berbagai barang kebutuhan pokok.
Dengan estimasi perjalanan sekitar 30 jam, kapal seharusnya tiba di Pontianak pada Senin (8/12) sekitar pukul 14.00 WIB.
Namun hingga melewati waktu tersebut, kapal tak kunjung muncul dan sudah tidak bisa dihubungi.
Pemantauan terakhir AIS mencatat posisi kapal berada di perairan Tambelan, Kabupaten Bintan, pada Minggu (7/12) pukul 13.10 WIB. Setelah titik itu, tidak ada lagi pergerakan atau sinyal yang terekam.
KM Pelangi 15 diketahui mengangkut empat awak kapal. Mereka adalah Syaiful Anwar (54), warga Hutan Lindung, Tanjungpinang; Abidin (43), warga Tanjung Unggat, Tanjungpinang; serta dua warga Desa Nyamuk, Juraimi (46) dan Sarip (38). (*)
Editor : Tunggul Manurung