Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Tiket Murah di Bawah Rp 50 Ribu, Warga Anambas Andalkan KM Sabuk Nusantara 110 Saat Nataru

Ihsan Imaduddin • Jumat, 19 Desember 2025 | 07:00 WIB
Suasana kabin penumpang KM Sabuk Nusantara 110, kapal ini jadi alternatif warga Anambas untuk nikmati libur Nataru.
Suasana kabin penumpang KM Sabuk Nusantara 110, kapal ini jadi alternatif warga Anambas untuk nikmati libur Nataru.

batampos- Kapal perintis KM Sabuk Nusantara 110 menjadi pilihan alternatif bagi masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas yang hendak bepergian saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Kapal bantuan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) ini diminati karena menawarkan harga tiket yang jauh lebih murah dibandingkan kapal penumpang lainnya.

KM Sabuk Nusantara 110 melayani rute Tarempa–Kijang dengan tarif hanya Rp 42 ribu per orang. Harga tersebut dinilai sangat terjangkau bagi masyarakat.

Sebagai perbandingan, tiket kapal ferry MV Seven Star Island dibanderol sekitar Rp 550 ribu per orang. Sementara KM Bukit Raya mematok harga sekitar Rp 215 ribu.

Perbedaan harga yang cukup signifikan membuat kapal perintis ini menjadi solusi bagi warga yang ingin tetap pulang kampung tanpa menguras biaya besar.

Salah seorang penumpang, Anton Hutabarat, mengaku memilih KM Sabuk Nusantara 110 demi menghemat pengeluaran saat pulang kampung merayakan Natal.

“Saya mau balik ke Siantar, mau Natal sama keluarga. Terpaksa naik kapal ini biar hemat,” ujar Anton, Kamis (18/12).

Anton mengatakan, dengan menggunakan kapal tersebut, ia bisa menghemat biaya perjalanan hingga Rp 3 juta.

Pasalnya, ia bepergian bersama keluarga yang berjumlah enam orang dari Tarempa menuju Kijang.

“Dari Kijang nanti lanjut ke Batam, lalu naik pesawat ke Kuala Namu. Lama di jalan enggak apa-apa, yang penting hemat. Waktu tempuhnya sekitar 30 jam,” katanya.

Anton yang sehari-hari berdagang di Pasar Tarempa menuturkan, penghematan ongkos sangat berarti baginya.

Menurutnya, uang yang dihemat bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain selama berada di kampung halaman.

“Bukan cuma buat ongkos, tapi juga buat kasih uang Natal ke keluarga. Itu sudah jadi tradisi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sebagai perantau, dirinya merasa punya tanggung jawab moral untuk berbagi dengan sanak saudara, terutama orang tua.

“Kita ini merantau, orang taunya kita sukses di tanah rantau. Enggak masalah, itung-itung berbagi rezeki,” ujarnya.

Sementara itu, pantauan Batam Pos di Pelabuhan Tarempa, jumlah penumpang KM Sabuk Nusantara 110 belum terlihat terlalu ramai.

Padahal, dengan tarif murah dan kapasitas yang cukup besar, kapal perintis ini dinilai bisa menjadi pilihan utama masyarakat Anambas untuk bepergian selama libur Nataru, khususnya bagi warga yang mengutamakan penghematan biaya meski harus menempuh perjalanan lebih lama. (*)

Editor : Tunggul Manurung
#nataru #tiket kapal #KM Sabuk Nusantara