Harga Stabil Meski Pasokan Tersendat, Telur Ayam di Anambas Langka
Ihsan Imaduddin• Jumat, 2 Januari 2026 | 17:01 WIB
Salah satu kios di Pasar Inpres Tarempa yang masih menjual telur ayam. Hari kedua di tahun 2026, stok telur ayam menipis. F Dian untuk Batam Pos
Batampos - Ketersediaan telur ayam di Kabupaten Kepulauan Anambas pada awal tahun 2026 terpantau nyaris putus. Kondisi ini membuat masyarakat, khususnya di wilayahPulau Siantan, mulai kesulitan mendapatkan telur ayam di warung maupun toko kelontong.
Pantauan di lapangan menunjukkan, sejumlah warung di Pulau Siantan kehabisan stok telur. Rak yang biasanya dipenuhi telur kini tampak kosong, sementara sebagian pedagang yang masih memiliki stok memberlakukan pembatasan pembelian bagi pelanggan.
Salah seorang warga Pulau Siantan,Dian, mengaku harus berkeliling mencari telur karena banyak warung sudah kehabisan. Ia menyebut kondisi ini mulai dirasakan setelah pergantian tahun.
“Tadi keliling Siantan cari telur, susah. Banyak yang kosong. Ada warung yang jual, itu pun cuma boleh beli 10 butir,” ujar Dian, Jumat (2/1/2025).
Menurut Dian, sebelum malam pergantian tahun, telur masih mudah ditemukan di warung maupun pasar. Bahkan, stok masih tersedia dalam jumlah banyak.
“Saya sempat beli hari Selasa pagi, masih bisa dapat satu papan isi 30 butir. Cepat sekali putusnya,” keluhnya.
Kelangkaan telur ini dibenarkan olehSarja, salah satu distributor telur ayam di Anambas. Ia mengatakan pasokan telur dari luar daerah hingga kini belum tiba di Tarempa.
Menurut Sarja, telur sebenarnya sudah dimuat di kapal yang saat ini sandar diKijang, Kabupaten Bintan. Namun, kapal belum dapat berlayar menuju Anambas akibat kondisi cuaca.
“Telurnya sudah dimuat di kapal, tapi kapalnya belum jalan dari Kijang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, operator kapal belum berani berlayar karena kondisi cuaca di perairan Bintan dan Anambas masih bergelombang. Berdasarkan imbauan BMKG, angin kencang diperkirakan terjadi hingga4 Januari 2026.
Meski stok hampir habis, Sarja memastikanharga telur masih stabil, yakni sekitarRp60 ribu per papan berisi 30 butir. Ia berharap pasokan dapat kembali normal dalam beberapa hari ke depan. (*)