batampos – Pergantian maskapai penerbangan perintis di Kepulauan Riau tidak hanya terjadi di Kabupaten Lingga. Mulai awal 2026, layanan penerbangan perintis di Kabupaten Kepulauan Anambas juga resmi berganti operator dari Susi Air ke Smart Aviation.
Pergantian operator ini terjadi setelah Susi Air tidak memenangkan tender pengadaan rute penerbangan perintis yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kepulauan Anambas Nurullah membenarkan pergantian tersebut. Ia menyebut penerbangan perdana dengan operator baru dijadwalkan mulai pekan ini.
“Iya, ganti karena kalah tender di Kemenhub. Penerbangan perdana dijadwalkan hari Selasa, 6 Januari,” ujar Nurullah, Minggu (4/1).
Dengan demikian, sejak awal Januari 2026, layanan penerbangan perintis di Anambas resmi dilayani oleh maskapai Smart Aviation.
Staf Bandara Letung Raja Herma menjelaskan, Smart Aviation hanya melayani rute Tanjungpinang–Letung pulang pergi. Sementara rute Letung–Natuna tidak lagi dilanjutkan.
“Pada tahun lalu, penerbangan ke Natuna relatif sepi penumpang. Itu kemungkinan menjadi alasan rute tersebut tidak diteruskan,” katanya.
Untuk operasional penerbangan perintis, Smart Aviation mengoperasikan pesawat jenis Cessna Grand Caravan C280B XP. Pesawat ini memiliki kapasitas maksimal 16 penumpang, namun sesuai kontrak Kemenhub hanya diisi 12 penumpang.
“Secara teknis pesawat bisa mengangkut 16 orang, tetapi sesuai kontrak hanya 12 penumpang agar lebih aman dan nyaman,” jelas Herma.
Ia menambahkan, pesawat tersebut memiliki keunggulan pada kapasitas bahan bakar, sehingga cocok untuk operasional di Bandara Letung yang hingga kini belum memiliki fasilitas pengisian bahan bakar pesawat.
“Karena belum ada fasilitas pengisian BBM di Letung, pesawat harus membawa bahan bakar lebih banyak dari awal. Dengan tipe ini, operasional penerbangan menjadi lebih aman,” ujarnya.
Baca Juga: Triwulan IV 2025, Hipertensi dan ISPA Jadi Penyakit Terbanyak di Batam
Sepanjang 2025, jumlah penumpang penerbangan perintis di Anambas tercatat mencapai sekitar 1.300 orang. Angka tersebut menunjukkan layanan penerbangan perintis masih vital dalam menunjang mobilitas masyarakat kepulauan.
Adapun tarif tiket rute Tanjungpinang–Letung ditetapkan sebesar Rp608.900, sedangkan rute Letung–Tanjungpinang sebesar Rp556.690. (*)
Editor : M Tahang