batampos – Warga Kabupaten Kepulauan Anambas kesulitan mendapatkan minyak goreng premium sejak awal Januari 2026. Produk merek ternama seperti Bimoli, Siip, dan Fortune dilaporkan tidak lagi tersedia di pasar, supermarket, maupun toko kelontong, memicu keluhan konsumen rumah tangga.
Pantauan Batam Pos di sejumlah titik penjualan menunjukkan rak minyak goreng premium kosong. Padahal, merek-merek tersebut selama ini menjadi pilihan utama masyarakat untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
Sebagai alternatif, minyak goreng yang beredar saat ini didominasi merek-merek yang relatif kurang dikenal, seperti Rizki, Fitri, dan Cemara. Produk tersebut dijual dengan harga sekitar Rp 20 ribu per kemasan setengah liter. Tidak tersedia kemasan satu liter, sehingga pembeli harus membeli lebih dari satu kemasan.
Salah seorang pembeli, Dini, mengaku terpaksa beralih ke merek lain karena minyak goreng premium langganannya tidak ditemukan.
“Biasanya pakai minyak goreng premium, sekarang sudah susah dicari. Terpaksa beli merek lain meski kita tidak tahu kualitasnya,” ujar Dini, Minggu (18/1).
Ia mengatakan, kondisi ini membuat banyak ibu rumah tangga merasa khawatir, terutama terkait mutu minyak goreng yang kini beredar di pasaran.
“Namanya juga kebutuhan sehari-hari. Kalau mereknya tidak kita kenal, tentu ada rasa ragu,” katanya.
Kelangkaan minyak goreng premium ini dikhawatirkan akan terus berlanjut jika pasokan belum kembali normal. Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera mengambil langkah untuk memastikan ketersediaan kebutuhan pokok di wilayah kepulauan.
Sementara itu, distributor lokal Ahak menjelaskan bahwa kosongnya minyak goreng premium dipicu oleh kendala distribusi barang dari Batam. Pengetatan pengawasan dan pembatasan pengiriman membuat sejumlah barang tertahan dan tidak dapat segera dikirim ke Anambas.
“Sekarang memang agak susah. Banyak barang tertahan di Batam, termasuk minyak goreng premium,” ujarnya.
Untuk menyiasati kondisi tersebut, Ahak mengaku mulai mencari jalur distribusi alternatif agar pasokan tetap berjalan.
“Ke depan kita ambil barang dari Bintan. Saya sudah hubungi agen di Jakarta supaya pengiriman tidak lewat Batam, tapi langsung ke Bintan,” katanya.
Dengan langkah tersebut, distributor berharap pasokan minyak goreng premium dapat kembali normal dan kebutuhan masyarakat Anambas dapat terpenuhi. (*)
Editor : M Tahang