Batampos - Suasana di halaman Sekolah Dasar (SD) Negeri 001 Tarempa mendadak berubah ketika sekelompok polisi dari Polsek Siantan memasuki area sekolah dengan seragam lengkap, Senin (26/1/2026).
Kehadiran aparat berseragam cokelat itu sontak mengundang perhatian para pelajar yang tengah bersiap mengikuti upacara bendera.
Sebagian siswa tampak terkejut, bahkan ada yang terlihat cemas. Bagi anak-anak seusia mereka, kehadiran polisi sering kali identik dengan peristiwa serius.
Tatapan polos dan rasa ingin tahu bercampur khawatir terlihat jelas di wajah para pelajar yang berbaris rapi di lapangan sekolah.
Namun, ketegangan itu perlahan mencair. Kedatangan polisi bukan untuk mencari kesalahan, apalagi menangkap pelajar.
Baca Juga: Ombudsman Kepri Terima 156 Laporan Sepanjang 2025, Terbanyak di Batam
Mereka datang dengan niat yang jauh lebih mulia, menjadi pembina upacara sekaligus menyampaikan pesan-pesan kehidupan yang penting bagi masa depan anak-anak.
Upacara bendera hari itu terasa berbeda. Barisan polisi berdiri berdampingan dengan para guru, memberi warna baru dalam rutinitas sekolah.
Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa pendidikan dan pembinaan karakter adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya milik ruang kelas.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Siantan, Ipda Vicky Satria Irawan. Dengan postur tegap dan sikap tenang, ia melangkah ke mimbar upacara, menatap ratusan pasang mata yang menunggu setiap kata yang akan disampaikan.
Dalam amanatnya, Ipda Vicky berbicara dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami anak-anak. Ia menekankan pentingnya bersungguh-sungguh dalam belajar sebagai bekal utama untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Menurutnya, sekolah adalah fondasi awal untuk membentuk karakter, disiplin, dan tanggung jawab. Ia mengingatkan bahwa waktu belajar tidak akan terulang, sehingga harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para pelajar.
Tak hanya soal akademik, Vicky juga menyoroti perilaku sosial di lingkungan sekolah. Ia mengingatkan agar para siswa menjauhi tindakan bullying, perundungan, serta berbagai bentuk kenakalan yang dapat melukai sesama teman.
“Adik-adik harus saling menyayangi. Jangan ada yang mengejek, apalagi menyakiti teman. Kalau melihat teman kesusahan, bantulah, karena kebaikan kecil bisa membuat orang lain bahagia,” ujar Ipda Vicky Satria Irawan.
Ia menegaskan bahwa sikap saling menghormati adalah cerminan anak-anak yang berakhlak baik. Menurutnya, keberanian sejati bukan ditunjukkan dengan kekerasan, melainkan dengan kemampuan menjaga perasaan orang lain.
Baca Juga: Dorong Pelayanan Publik Lebih Responsif, Bupati Anambas Rombak Total Jabatan Camat dan Lurah
Dalam suasana yang kian hangat, Vicky juga memberikan motivasi agar para pelajar tidak mudah putus asa dalam meraih cita-cita. Ia meyakinkan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk sukses, selama mau berusaha dan tidak menyerah.
Ia kemudian berbagi kisah pribadinya. Sejak kecil, Vicky mengaku telah bercita-cita menjadi seorang polisi. Mimpi itu tidak datang begitu saja, melainkan tumbuh dari kebiasaan belajar dengan giat dan mendengarkan nasihat orang tua serta guru.
“Dulu saya juga seperti adik-adik. Saya punya mimpi, lalu saya belajar sungguh-sungguh, patuh kepada orang tua dan guru. Kalau adik-adik punya cita-cita, jangan pernah malu dan jangan pernah menyerah,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Justru dari kegagalan, seseorang bisa belajar untuk bangkit dan menjadi lebih kuat dalam menghadapi tantangan hidup.
Para pelajar tampak menyimak dengan penuh perhatian. Upacara yang biasanya berlangsung formal, hari itu berubah menjadi momen refleksi dan motivasi yang menyentuh hati.
Guru-guru yang hadir pun terlihat mengapresiasi kegiatan tersebut. Pesan-pesan moral yang disampaikan langsung oleh aparat penegak hukum dinilai mampu memberikan dampak positif bagi pembentukan karakter siswa.
Kehadiran polisi di SD 001 Tarempa menjadi bukti bahwa sosok berseragam tidak selalu identik dengan ketegasan semata, tetapi juga bisa hadir sebagai sahabat dan pembimbing bagi generasi muda.
Hari itu, halaman sekolah bukan sekadar tempat upacara. Ia menjadi ruang berbagi nilai tentang kasih sayang, harapan, dan mimpi, yang mungkin akan terus dikenang para pelajar sebagai awal tumbuhnya semangat untuk menjadi manusia yang lebih baik. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak