Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

RSUD Jemaja Anambas Kumuh, IGD dan HCU Mangkrak Sejak 2020

Ihsan Imaduddin • Minggu, 15 Februari 2026 | 13:00 WIB
Bangunan IGD RSUD Jemaja, Anambas, yang telah dibangun pada 2020 tidak difungsikan hingga kumuh serta halamannya yang kotor. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos
Bangunan IGD RSUD Jemaja, Anambas, yang telah dibangun pada 2020 tidak difungsikan hingga kumuh serta halamannya yang kotor. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos

batampos – Kondisi RSUD Jemaja di Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, dikeluhkan warga. Fasilitas kesehatan tersebut dinilai tidak terawat, dengan halaman yang kumuh serta sejumlah gedung yang belum difungsikan.

Pantauan di lapangan, halaman rumah sakit dipenuhi rumput liar dan semak belukar. Sampah juga terlihat berserakan di beberapa titik, bahkan menimbulkan aroma tidak sedap saat cuaca panas.

Salah seorang warga, Riandi, mengatakan kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama. Ia menilai perawatan lingkungan rumah sakit belum maksimal.

“Memang ada dibersihkan, tapi hanya formalitas. Habis dibersihkan, sampahnya dibakar. Padahal ini rumah sakit, tidak seharusnya ada asap pembakaran,” ujarnya, Minggu (15/2).

Menurut dia, pembakaran sampah di lingkungan rumah sakit berpotensi mengganggu kesehatan pasien, terutama yang memiliki gangguan pernapasan.

Ia juga menilai kondisi tersebut dapat memengaruhi kenyamanan dan psikologis pasien.

“Seperti tidak terurus. Bagaimana pasien bisa nyaman kalau lingkungannya tidak bersih,” keluhnya.

Selain persoalan kebersihan, warga juga menyoroti belum difungsikannya gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan High Care Unit (HCU). Padahal, gedung IGD tersebut telah selesai dibangun sejak 2020.

Bangunan itu hingga kini masih kosong dan mulai tampak kusam. Warga menyayangkan fasilitas yang sudah dibangun dengan anggaran besar belum dimanfaatkan.

“Sangat disayangkan, bangunan sudah jadi tapi tidak digunakan. Kalau dibiarkan, lama-lama bisa rusak,” kata Riandi.

Direktur RSUD Jemaja, Dian Tamalia Rumoga, menjelaskan belum difungsikannya IGD dan HCU disebabkan belum tersedianya instalasi listrik. Saat ini pihaknya masih menunggu proses pemasangan dari PLN.

“Saat ini kendalanya listrik belum tersedia. Kami masih menunggu pemasangan trafo khusus di kawasan RSUD,” ujarnya.

Selain itu, belum adanya selasar penghubung antarbangunan juga menjadi kendala operasional. Rencana pembangunan selasar tersebut dijadwalkan tahun ini.

“Jika selasar sudah dibangun, fasilitas itu akan segera difungsikan karena pemindahan pasien tidak memungkinkan menggunakan ambulans untuk jarak yang sangat dekat,” jelasnya.

Terkait kondisi kebersihan, pihak manajemen berjanji akan segera melakukan pembenahan agar pelayanan lebih nyaman.

Ia juga menyebut pihaknya akan menindaklanjuti arahan Prabowo Subianto terkait pentingnya menjaga lingkungan, sambil menunggu petunjuk dari Pemerintah Kabupaten Anambas.

“Insya Allah akan kami tindak lanjuti,” pungkasnya. (*)

Editor : M Tahang
#RSUD Jemaja