Batampos - Harga santan di Kabupaten Kepulauan Anambas mengalami penurunan pada hari pertama Ramadan 1447 Hijriah, Kamis (19/2/2026). Tentu saja masyarakat menyambut baik untuk mempersiapkan kebutuhan dapur untuk sahur dan berbuka puasa.
Berdasarkan pantauan di Pasar Ikan Tarempa, harga santan yang sebelumnya dibanderol Rp 40 ribu per kilogram kini turun menjadi Rp 30 ribu per kilogram. Penurunan harga tersebut sudah terjadi sejak pekan lalu.
Turunnya harga santan memberikan sedikit kelegaan bagi warga, mengingat komoditas ini menjadi salah satu bahan utama dalam berbagai masakan khas Ramadan, seperti gulai, opor, hingga rendang.
Salah satu penjual santan di Pasar Ikan Tarempa, Doni, membenarkan adanya penurunan harga tersebut. Ia mengatakan stok kelapa sebagai bahan baku utama masih tersedia dalam jumlah cukup.
“Santan turun harganya, stok kelapa kita pun masih banyak,” ujar Doni saat ditemui di lapaknya.
Doni menjelaskan, harga santan sempat melonjak tajam sejak pertengahan tahun 2025 lalu. Saat itu, harga yang semula berada di kisaran Rp 22 ribu per kilogram merangkak naik hingga mencapai Rp 40 ribu per kilogram.
Menurutnya, kenaikan harga sebelumnya dipengaruhi oleh harga kelapa di tingkat penjual. Ia menyebut pasokan kelapa diperoleh dari wilayah lokal serta dari Midai, Kabupaten Natuna.
“Harga naik memang karena penjual kelapanya. Kita ambil dari lokal sini dan juga dari Midai, Kabupaten Natuna,” jelas Doni.
Untuk kelapa tua yang dibeli dari petani lokal, harganya sekitar Rp 4.500 per butir. Sedangkan kelapa yang didatangkan dari Midai lebih mahal, yakni Rp 5.500 per butir karena adanya biaya transportasi.
Doni menerangkan, untuk menghasilkan satu kilogram santan murni dibutuhkan sekitar empat butir kelapa tua. Santan yang dijualnya merupakan santan murni tanpa campuran air.
“Biasanya santan itu kita hasilkan dari empat butir agar bisa menghasilkan satu kilo. Santan murni ya, bukan dicampur dengan air,” katanya.
Ia memastikan ketersediaan santan dan kelapa diperkirakan mencukupi hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri. Pada momen tersebut, permintaan santan biasanya meningkat tajam karena banyak warga memasak hidangan khas Lebaran.
Baca Juga: Trailer Baru The Mummy 2026 Resmi Dirilis, Lee Cronin Hadirkan Versi Horor Paling Gelap
Sementara itu, salah seorang pembeli, Heru, mengaku harga santan dalam hampir satu tahun terakhir memang tergolong tinggi.
Meski demikian, ia tetap membeli karena santan merupakan bahan penting dalam masakan berbumbu rempah yang kerap disajikan saat Ramadan.
“Memang sudah lama mahal, hampir setahun ini. Tapi mau tidak mau tetap beli karena untuk masak. Apalagi bulan puasa, banyak makanan yang pakai santan,” ujar Heru.
Ia berharap harga santan bisa kembali normal seperti sebelumnya di kisaran Rp 22 ribu per kilogram, sehingga tidak terlalu membebani kebutuhan rumah tangga, terutama saat Ramadan dan menjelang Idul Fitri. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak