Batampos – Pemadaman listrik masih dirasakan masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas di tengah momen Ramadan. Kondisi ini dikeluhkan warga karena terjadi pada waktu-waktu krusial, terutama saat hendak menyantap sahur.
Sejumlah wilayah mulai dari Tarempa hingga Harung Hijau dan sekitarnya dilaporkan mengalami listrik padam pada malam hingga dini hari. Padamnya aliran listrik tersebut mengganggu aktivitas warga, khususnya dalam mempersiapkan sahur dan menjalankan ibadah.
Salah seorang warga Tarempa Selatan, Deni, mengaku listrik padam tepat saat dirinya dan keluarga bersiap menyiapkan makanan sahur perdana.
“Listrik padam pas kita mau sahur. Apalagi kemarin itu jam 12 malam, mau sahur perdana, listrik mati juga, padahal kita mau masak nasi untuk santap sahur,” ujar Deni, Jumat (20/2/2026).
Menurutnya, pemadaman di momen penting seperti Ramadan seharusnya bisa diantisipasi lebih baik oleh pihak PLN. Terlebih, sebelum memasuki bulan puasa, PLN disebut cukup gencar melakukan perbaikan dan pemeliharaan mesin pembangkit maupun jaringan listrik.
“Kami kira sebelum puasa itu sudah aman, karena katanya mesin sudah diperbaiki dan jaringan sudah dicek. Tapi kenyataannya masih saja padam di waktu yang penting seperti ini,” katanya.
Warga berharap pasokan listrik selama Ramadan, khususnya pada malam hingga dini hari, dapat lebih terjaga. Pasalnya, pada waktu tersebut masyarakat sangat bergantung pada listrik untuk memasak, beribadah, dan aktivitas rumah tangga lainnya.
“Harapan kami sederhana saja, jangan padam di waktu sahur. Kalau pun ada gangguan, setidaknya ada pemberitahuan lebih dulu supaya kami bisa bersiap,” ujarnya. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak