Hal itu disampaikan Aneng saat menghadiri langsung perayaan Cap Go Meh di Vihara Gunung Dewa Siantan, Desa Sri Tanjung, Kecamatan Siantan, Selasa (3/3) malam.
Dalam sambutannya, Aneng menyampaikan rasa syukur karena masyarakat dapat berkumpul dalam suasana penuh sukacita untuk merayakan Cap Go Meh yang merupakan puncak rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek.
Menurutnya, Cap Go Meh bukan sekadar tradisi budaya, tetapi juga memiliki makna spiritual yang mendalam bagi umat yang merayakannya.
“Cap Go Meh bukan sekadar tradisi budaya, tetapi juga memiliki makna spiritual yang mendalam. Perayaan ini mengajarkan kita tentang kebersamaan, persaudaraan, rasa syukur, serta harapan akan kehidupan yang lebih baik di tahun yang baru,” ujarnya.
Ia menegaskan, perayaan keagamaan dan budaya seperti Cap Go Meh menjadi bukti bahwa perbedaan merupakan kekayaan yang harus dijaga bersama.
Di tengah keberagaman bangsa Indonesia, toleransi dan saling menghormati dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga persatuan.
Aneng juga menyinggung nilai-nilai kebajikan dalam ajaran Buddha seperti cinta kasih, welas asih, dan kebijaksanaan yang dapat menjadi pedoman dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai dan rukun.
Politisi Partai Demokrat tersebut mengingatkan bahwa setiap pergantian waktu adalah kesempatan untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki diri.
Tahun 2577, menurutnya, bukan sekadar angka dalam penanggalan, tetapi penanda perjalanan hidup yang di dalamnya terdapat doa, harapan, kerja keras, dan tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Perayaan Cap Go Meh tahun ini terasa istimewa karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan yang sedang dijalani umat Muslim. Aneng menilai suasana tersebut menunjukkan wajah harmonis Kepulauan Anambas, di mana lampion Imlek dan semangat ibadah Ramadan hadir berdampingan.
“Inilah kekuatan kita. Harmoni sosial adalah modal utama membangun daerah dan menarik investasi,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas berharap semangat kebersamaan yang terjalin dalam perayaan Cap Go Meh dapat terus dipertahankan demi menciptakan masyarakat yang rukun, damai, dan sejahtera. (*)
Editor : Jamil Qasim