Batampos – Meski disambut antusias masyarakat, kegiatan pasar murah yang digelar Polres Kepulauan Anambas bersama Lanal Tarempa masih menyisakan keluhan dari sebagian warga.
Pasalnya, tidak tersedia daging sapi yang banyak dicari masyarakat jelang Idulfitri dalam pasar murah yang digelar di halaman Polsek Siantan dan kawasan Masjid Agung Baitul Ma’mur Tarempa, Jumat (13/3/2026) tersebut.
Salah seorang warga, Hayati, mengaku datang ke lokasi dengan harapan bisa membeli daging sapi untuk persiapan hidangan Lebaran. " Kami kira tadi ada daging sapi. Soalnya di Batam dan Tanjungpinang polisi buat pasar murah juga ada jual daging. Jadi agak kecewa juga karena di sini tidak ada," ujarnya.
Menurut Hayati, saat ini masyarakat di Kepulauan Anambas cukup kesulitan mendapatkan daging sapi segar. Selain harganya mahal menyentuh Rp 180 ribu per kilogram, juga ketersediaan stok yang terbatas.
" Di pasar juga jarang ada yang jual daging segar. Biasanya kami harus menunggu kalau ada orang yang mau potong sapi, baru bisa pesan daging," jelasnya.
Sementara untuk daging sapi beku atau frozen, harganya juga masih tergolong tinggi bagi sebagian masyarakat. Di pasaran, daging beku dijual dengan harga sekitar Rp150 ribu hingga Rp160 ribu per kilogram, tergantung jenis potongannya seperti untuk rendang, dendeng, maupun bagian yang bertulang.
Meski demikian, Hayati tetap mengapresiasi adanya kegiatan pasar murah tersebut karena membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok lain dengan harga lebih murah.
"Walaupun tidak ada daging sapi, kami tetap terbantu dengan adanya pasar murah ini. Setidaknya kebutuhan lain seperti beras, minyak dan gula bisa dibeli lebih murah," katanya.
Baca Juga: Silaturahmi Ramadan, PLN Batam Gelar Bukber Bersama Media
Kapolres Kepulauan Anambas AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka menanggapinya, karena pihaknya memang belum dapat menyediakan daging sapi dalam kegiatan pasar murah tersebut.
Menurutnya, kendala utama adalah pasokan daging sapi yang harus didatangkan dari luar daerah sehingga sulit memastikan ketersediaannya dalam jumlah cukup.
"Kami kesulitan mendapatkan daging sapi karena harus didatangkan dari luar daerah. Ke depan kita akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar bisa menyediakan daging sapi dengan harga murah untuk masyarakat," ujarnya. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak