Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Sebanyak 155 Pelajar di Siantan Tengah Keracunan MBG, 19 Masih Dirawat di Faskes

Ihsan Imaduddin • Kamis, 16 April 2026 | 19:20 WIB
DUA dari Puluhan pelajar saat dibawa ke RSUD Palmatak untuk mendapat perawatan setelah mengalami mual dan pusing usai konsumsi MBG di Anambas, Rabu (15/4/2026). F Gina untuk Batam Pos
DUA dari Puluhan pelajar saat dibawa ke RSUD Palmatak untuk mendapat perawatan setelah mengalami mual dan pusing usai konsumsi MBG di Anambas, Rabu (15/4/2026). F Gina untuk Batam Pos

Batampos -  Jumlah pelajar yang mengalami keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Siantan Tengah, Kabupaten Kepulauan Anambas bertambah. Terakhir mencapai 155 orang hingga Kamis (16/4/2026).

Para korban berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Anambas, Feri Oktavia, mengatakan seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan.

“Penanganan masih terus berlangsung hingga pagi tadi. Di RSUD Palmatak ada 114 orang dan di Puskesmas Siantan Tengah 41 orang. Namun sebagian sudah diperbolehkan pulang,” ujar Feri.

Baca Juga: Operasi Wirawaspada 2026, Rudenim Tanjungpinang Pastikan Pengungsi Tertib dan Terpantau

Dari total korban, sebanyak 136 pelajar telah kembali ke rumah masing-masing setelah kondisi mereka membaik. Sementara itu, 19 orang lainnya masih menjalani perawatan untuk pemantauan lebih lanjut.

“Yang sudah pulang tetap kita pantau perkembangannya. Petugas rutin berkomunikasi dengan orang tua siswa,” tambahnya.

Feri menjelaskan, para pelajar yang terdampak berasal dari beberapa sekolah berbeda di wilayah Siantan Tengah.

Kasus ini pertama kali terdeteksi di SMP Negeri 1 Air Nangak, Desa Teluk Sunting. Selanjutnya, laporan serupa muncul dari sejumlah sekolah lain di wilayah Air Sena dan Air Asuk.

Para pelajar diketahui mengonsumsi MBG sekitar pukul 10.00 WIB. Sekitar tiga jam kemudian, mereka mulai mengalami gejala seperti mual dan muntah. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#Mbg #keracunan mbg