Dugaan Keracunan Berasal dari Satu Dapur SPPG, Sampel MBG di Anambas Diuji BPOM

Ihsan Imaduddin • Dipublikasikan Kamis, 16 April 2026 | 19:40 WIB
Plt Kadinkes Kepulauan Anambas, Feri Oktavia. F Ihsan Imaduddin/Batam Pos
Plt Kadinkes Kepulauan Anambas, Feri Oktavia. F Ihsan Imaduddin/Batam Pos

Batampos - Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Anambas tengah menguji sampel makanan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menyebabkan keracunan massal terhadap ratusan pelajar di Kecamatan Siantan Tengah.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Anambas, Feri Oktavia, menyebutkan makanan yang dikonsumsi para siswa berasal dari satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Makanan berasal dari satu SPPG, yaitu dapur milik Yayasan Pangan Intan Permata,” ujar Feri, Kamis (16/4/2026).

Dinas Kesehatan telah mengambil sejumlah sampel makanan untuk diperiksa lebih lanjut guna mengetahui penyebab pasti keracunan.

Baca Juga: Ombudsman Kepri: Tambang Ilegal Nongsa Jangan Ditertibkan Setengah Hati

Adapun sampel yang diuji meliputi tumis sawi, wortel, buncis, telur sambal kecap, tempe goreng, nasi putih, serta buah kelengkeng.

“Pemeriksaan sampel sedang berjalan dengan alat yang ada. Kami juga mengirimkan sampel ke BPOM dan Labkesmas di Batam,” jelasnya.

Selain pelajar, sejumlah orang dewasa juga dilaporkan mengalami gejala serupa setelah mengonsumsi makanan tersebut.

“Orang dewasa ini mengonsumsi makanan yang dibawa pulang oleh anak atau cucunya. Kemungkinan dimakan di rumah,” kata Feri.

Namun demikian, kondisi orang dewasa dilaporkan tidak separah yang dialami para pelajar.

Hingga kini, penyebab pasti keracunan masih menunggu hasil uji laboratorium dari instansi terkait. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
anambas keracunan mbg SPPG