Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Pasca Dugaan Ratusan Siswa Keracunan, Pemprov Kepri Sidak Tiga Dapur MBG di Anambas

Ihsan Imaduddin • Minggu, 19 April 2026 | 17:30 WIB
Plt Kadinkes Kepri, Yosei Susanti dan Kadis DKP2KH Kepri, Riza Azmi berdiskusi dengan pengelola dapur MBG Anambas Inn, Tarempa Barat. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos
Plt Kadinkes Kepri, Yosei Susanti dan Kadis DKP2KH Kepri, Riza Azmi berdiskusi dengan pengelola dapur MBG Anambas Inn, Tarempa Barat. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos

batampos – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) bergerak cepat menyusul dugaan keracunan yang menimpa ratusan pelajar. Tiga dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kepulauan Anambas langsung disidak untuk memastikan standar keamanan pangan terpenuhi.

Peninjauan dilakukan di tiga dapur MBG, yakni Anambas Inn di Tarempa Barat, Air Asuk (Siantan Tengah), serta Piabung (Palmatak), Minggu (19/4).

Kunjungan dipimpin Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan Kepri, Rika Azmi, bersama Plt Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Yosei Susanti.

Baca Juga: Bakat Pemain Muda Anambas Menjanjikan, Ketua DPRD Minta Ada Klub Profesional

Yosei mengatakan, sidak ini merupakan respons atas dugaan keracunan makanan yang diduga bersumber dari dapur MBG Yayasan Pangan Intan Permata di Air Asuk.

“Kami ingin memastikan langsung kondisi di lapangan, baik korban maupun pengelolaan dapur MBG,” ujarnya.

Tim juga lebih dulu memantau kondisi para pelajar yang terdampak. Sebagian besar korban dilaporkan mulai pulih dan kembali beraktivitas.

Selain itu, evaluasi dilakukan terhadap standar operasional dapur, mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, hingga distribusi makanan.

Menurut Yosei, seluruh pengelola wajib mengikuti standar ketat yang ditetapkan Badan Gizi Nasional, termasuk aspek higienitas, suhu penyimpanan, dan kebersihan peralatan.

“Kejadian ini menjadi pembelajaran serius. Pengawasan harus diperketat dari awal hingga makanan diterima siswa,” tegasnya.

Baca Juga: BPN Ukur Ulang Lahan Sengketa di Letung, Jadi Kunci Penyidikan Kasus Penyerobotan

Ia juga mengingatkan dapur MBG lain yang tidak terdampak agar tetap waspada dan tidak lengah.

Selain pengawasan, Pemprov Kepri mendorong peningkatan kapasitas tenaga dapur melalui pelatihan rutin terkait keamanan pangan dan gizi.

Yosei menegaskan, program MBG merupakan program strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak, sehingga harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Program ini sangat baik, tapi harus dijalankan secara benar agar tidak menimbulkan dampak buruk,” ujarnya.

Pemprov Kepri memastikan akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap seluruh dapur MBG guna mencegah kejadian serupa terulang. (*)

Editor : M Tahang
#sidak dapur MBG #siswa keracunan #pemprov kepri