Batampos - Penemuan puing yang diduga bagian badan pesawat di perairan Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau, hingga kini masih belum menemui titik terang. Identitas serta asal-usul benda tersebut masih dalam tahap penyelidikan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, puing yang memiliki lambang bendera Tiongkok itu telah diamankan TNI Angkatan Laut. Evakuasi dilakukan menggunakan KRI Tengku Umar 385, Selasa (21/4/2026).
Puing tersebut kemudian dibawa ke Jakarta untuk keperluan observasi lebih lanjut. Langkah ini dilakukan guna memastikan jenis dan asal benda yang ditemukan.
Namun hingga saat ini, pihak TNI AL masih belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan ke berbagai satuan, mulai dari Lanal Tarempa, Koarmada I, hingga Koarmada IV Batam, belum membuahkan hasil.
Baca Juga: Kerusakan Lingkungan: 1,8 Hektare Mangrove di Dompak Dibabat dan Ditimbun
Di sisi lain, Humas Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kepulauan Anambas, Hambibi, membenarkan adanya penemuan benda tersebut di laut.
Ia menjelaskan, objek itu pertama kali ditemukan oleh seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkab Anambas, Andrija Sakaita. Saat itu, Andrija tengah dalam perjalanan untuk memancing.
Peristiwa tersebut terjadi di perairan Desa Kiabu, Kecamatan Siantan Selatan, pada Senin (20/4/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.
“Pada saat itu yang bersangkutan sedang melintas untuk pergi memancing ikan. Belum sempat sampai di lokasi, tiba-tiba terlihat objek mengambang di tengah laut hingga membuat dirinya penasaran,” ujar Hambibi saat ditemui siang tadi.
Karena penasaran, Andrija kemudian mendekati benda tersebut. Ia menduga objek itu merupakan serpihan yang menyerupai badan pesawat.
Baca Juga: Diklaim Lebih Efisien dan Produktif, Jadwal WFH ASN Pemprov Kepri Geser ke Rabu
Mengetahui ada benda mencurigakan, Andrija langsung mendokumentasikan temuan tersebut. Dokumentasi itu dilakukan sebagai bahan laporan kepada pihak berwenang.
“Dia tidak bisa menarik bangkai pesawat karena posisinya sendirian di laut. Tak mampu menarik, takut jatuh, dengan kondisi laut sedang tidak bersahabat dan suasana mulai gelap,” jelas Hambibi.
Setelah temuan itu dilaporkan, informasi mengenai puing tersebut dengan cepat menyebar di tengah masyarakat. Warga pun mulai mengaitkannya dengan berbagai peristiwa sebelumnya.
Salah satunya adalah fenomena cahaya terang yang sempat terlihat melintas di langit malam sekitar dua minggu lalu. Kejadian itu sempat menarik perhatian warga di sejumlah wilayah.
Beberapa warga menduga ada keterkaitan antara fenomena cahaya tersebut dengan penemuan serpihan di laut. Meski demikian, dugaan itu belum dapat dipastikan kebenarannya. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak