Batampos - Tim peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) mengambil 12 sampel DNA bunga Rafflesia di kawasan Bukit Batu Tabir, Desa Tarempa Selatan, Kabupaten Kepulauan Anambas. Sampel tersebut diambil guna memastikan jenis bunga yang ditemukan. Ada dugaan sebagai spesies baru.
Ketua Tim Peneliti IPB, Andy Afandy, mengatakan sampel diambil dari sejumlah titik yang telah teridentifikasi di lokasi penelitian.
“Untuk kajian analisis DNA, diambil total 12 sampel ekstrak bunga Rafflesia dari 21 titik lama dan 5 titik baru,” ujarnya saat ditemui Jumat (24/4/2026).
Baca Juga: IPB Telusuri Jenis Rafflesia di Anambas, Berpotensi Jadi Wisata Edukasi
Secara morfologi, Rafflesia yang ditemukan memiliki kemiripan dengan jenis Hasselti. Namun, hasil kajian sementara menunjukkan adanya kemungkinan perbedaan spesies.
“Dugaan sementara dari ciri-ciri fisik mirip jenis Hasselti, namun dari perkembangan kajian ada kemungkinan bukan jenis Hasselti,” jelasnya.
Saat ini, penelitian memasuki tahap identifikasi molekuler genetik yang diperkirakan memakan waktu sekitar dua bulan.
Setelah itu, proses akan dilanjutkan dengan diskusi ilmiah, penyusunan manuskrip, hingga publikasi di jurnal internasional.
Baca Juga: Cegah Abrasi, 1.000 Bibit Bakau Ditanam di area Pelabuhan BBT Lagoi
“Proses scientific discussion, penulisan manuskrip, peer review, hingga submit ke jurnal internasional bisa memakan waktu 4 sampai 8 bulan jika berjalan lancar,” katanya.
Andy menambahkan, apabila hasil penelitian mengonfirmasi adanya spesies baru, maka data tersebut akan didaftarkan ke lembaga internasional.
“Jika terkonfirmasi sebagai sekuen baru, akan didaftarkan ke National Center for Biotechnology Information atau NCBI, dengan proses sekitar tiga bulan,” tutupnya. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak