Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Kapal Bermuatan Kelapa Tenggelam di Setokok, 30 Ton Muatan Hanyut ke Laut

Eusebius Sara • Selasa, 26 Agustus 2025 | 06:00 WIB

Kapal motor (KM) Senang Hati 68 yang mengangkut puluhan ton kelapa tenggelam di Perairan Setokok, Bulang, Kota Batam, pada Senin (25/8) dini hari.
Kapal motor (KM) Senang Hati 68 yang mengangkut puluhan ton kelapa tenggelam di Perairan Setokok, Bulang, Kota Batam, pada Senin (25/8) dini hari.

batampos- Kapal motor (KM) Senang Hati 68 yang mengangkut puluhan ton kelapa tenggelam di Perairan Setokok, Bulang, Kota Batam, pada Senin (25/8) dini hari. Kapal tersebut karam setelah bagian bawah bodinya bocor akibat menabrak pancang bekas tiang pelabuhan saat air laut surut.

Kapten kapal, Sapriyadi (68), menceritakan kapal yang ia tumpangi bersama dua anak buah kapal (ABK) itu berangkat dari Nipah Panjang, Jambi, pada Sabtu (23/8). Mereka menuju Batam untuk mengantarkan muatan kelapa ke Pelabuhan Golden Fish, Jembatan 2 Barelang, Setokok.

“Kami sampai sekitar pukul delapan malam, Minggu (24/8), dan langsung sandar. Tapi karena tidak ada buruh yang bisa bantu bongkar muatan malam itu, kami putuskan menunggu sampai pagi,” ujar Sapriyadi saat ditemui di lokasi kejadian.

Sapriyadi menuturkan, kapal mereka bersandar saat kondisi air sedang pasang. Ia dan dua ABK memutuskan untuk beristirahat secara bergantian sambil menunggu waktu bongkar muatan. “Ini juga pertama kalinya kami mendarat di pelabuhan ini. Biasanya kami bongkar di Pelabuhan Yudi atau di Bagan Piayu,” tambahnya.

Namun sekitar pukul 03.00 WIB, kapal mulai terasa miring. Sapriyadi yang tengah beristirahat kaget saat melihat air masuk ke bagian belakang kapal. “Kami sudah coba keluarkan air dengan mesin, tapi tidak ada perubahan. Air terus masuk,” ucapnya.

Belakangan, mereka mengetahui bahwa lambung bawah kapal bocor karena tersangkut pancang bekas tiang pelabuhan saat air surut. Akibatnya, kapal semakin miring dan tak lama kemudian mulai tenggelam. “Kami cuma sempat selamatkan barang pribadi dan baju saja,” ujarnya.

Kapal bermesin 34 GT itu mengangkut muatan kelapa sekitar 60 ton. Namun, separuh muatan tidak bisa diselamatkan karena terhanyut oleh arus laut. “Perkiraan yang bisa kami amankan tinggal 30 ton saja. Sisanya hanyut terbawa ombak,” kata Sapriyadi.

Kapal bercat biru itu kini tenggelam sekitar 70 persen. Bagian belakang kapal juga mengalami kerusakan parah akibat benturan dengan tepi pelabuhan saat proses tenggelam.

Sebagian muatan kelapa yang berhasil dievakuasi kini sudah ditepikan ke pelabuhan. Ada yang dibungkus karung merah, dan ada pula yang dievakuasi menggunakan kapal Marewa 01.

Hingga kini, pihak terkait masih melakukan pengawasan di sekitar lokasi untuk mencegah kerugian lebih besar. Rencana evakuasi badan kapal juga tengah dipertimbangkan, menunggu kondisi cuaca dan arus laut yang lebih tenang. (*)

 

Editor : Tunggul Manurung
#kelapa #kapal tenggelam