Batampos - Sedikitnya 14 orang tewas akibat banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Di Sumatera Barat, BPBD mencatat sembilan korban jiwa hingga Kamis (27/11/2025).
“Angka ini pun masih ada kecenderungan untuk bertambah,” ujar Juru Bicara BPBD Sumatera Barat, Ilham saat ditemui.
Ilham menyebutkan, korban tewas di Sumbar itu ditemukan dibeberapa wilayah, seperti 1 korban dari Pasaman Barat, 3 ditemukan di Kabupaten Agam, dan 5 orang di Kota Padang.
Saat ini, beberapa wilayah di Sumatera Barat masih tertutup genangan air. Kondisi terparah terjadi di Malalak, Agam, yang sempat tertutup total akibat longsor sehingga menyulitkan evakuasi. “Kondisi ini membuat upaya pencarian dan penyelamatan sangat terhambat,” ujar Ilham.
Hingga kini, 13 kabupaten/kota masih berstatus terdampak bencana hidrometeorologi. Sejumlah jalur utama seperti Padang–Solok dan Padang–Bukittinggi sempat tertutup material longsor sebelum dilakukan pembersihan. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memberlakukan Status Tanggap Darurat hingga 8 Desember 2025.
Ditemukan 5 Orang Dalam Kondisi Meninggal Dunia di Humbang Hasundutan
Sementara itu, proses pencarian di Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, banjir bandang ini menewaskan lima orang dan melukai sembilan lainnya. Empat warga lainnya dinyatakan hilang dan masih dalam proses pencarian.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan bencana tersebut dipicu hujan lebat yang merupakan dampak Siklon Tropis
“Cuaca ekstrem menjadi faktor utama yang memicu pergerakan tanah dan aliran banjir bandang itu,” ujar Abdul dalam keterangan tertulisnya.
BNPB mencatat enam rumah rusak berat dan 11 akses jalan terputus di kecamatan terdampak.
Tim gabungan di kedua provinsi masih melakukan pencarian korban, membuka akses jalan dengan alat berat, serta menyiapkan tempat pengungsian sementara. “Upaya pencarian korban hilang tetap dilanjutkan dengan mengutamakan keselamatan petugas,” kata Abdul.
Sementara itu, Pemerintahan Toba khususnya di wilayah Balige melalui laman media sosial mengimbau, warga tetap waspada karena curah hujan diperkirakan masih tinggi. Warga yang bermukim di kaki bukit atau daerah aliran sungai supaya berhati-hati dan bisa melakukan evakuasi mandiri.
Bencana banjir bandang di Sumatera Utara kini meluas. Dimulai dari Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, dan sejak kemarin, banjir juga meluas hingga ke ibu kota provinsi, Medan, dan wilayah sekitaranya seperti Tebing Tinggi dan kawasan lainnya. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak