Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dinkes Batam Waspadai Kenaikan DBD Saat Musim Hujan

R
Penulis: Rengga Yuliandra❯
Ilustrasi nyamuk aedes aegypti. F. Freepik
Ilustrasi nyamuk aedes aegypti. F. Freepik

Advertisement

batampos – Memasuki musim penghujan dan cuaca yang tidak menentu, Dinas Kesehatan Kota Batam mencatat peningkatan sejumlah penyakit musiman di Kota Batam. Penyakit yang paling banyak ditemukan dalam beberapa pekan terakhir meliputi demam berdarah dengue (DBD), infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) atau influenza, serta diare.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan tren kenaikan kasus memang terjadi selama masa pancaroba, namun kondisi tersebut masih dalam kategori terkendali dan belum menunjukkan lonjakan signifikan.

“Penyakit yang sering muncul di musim penghujan adalah DBD, ISPA atau influenza, dan diare,” ujar Didi, Rabu (20/5).

Advertisement

Berdasarkan data Dinkes Batam, hingga akhir April 2026 tercatat sebanyak 26 kasus DBD. Sementara dalam periode 1 hingga 19 Mei 2026 terdapat tambahan 20 kasus baru yang dilaporkan fasilitas kesehatan.

Meski mengalami peningkatan, angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dinkes mencatat kasus DBD hingga April 2025 mencapai 191 kasus, sedangkan pada periode yang sama tahun 2026 turun menjadi 142 kasus.

Advertisement

“Untuk kasus ISPA dan diare di bulan April juga ada peningkatan, tetapi tidak signifikan,” katanya.

Dinkes Batam mencatat wilayah dengan kasus DBD tertinggi saat ini berada di Kecamatan Sagulung dan Batuaji. Dua kawasan tersebut dinilai memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi karena masih ditemukan genangan air dan sanitasi lingkungan yang belum optimal.

Secara epidemiologis, genangan air bersih yang tidak tertutup menjadi media berkembang biak nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penyebaran virus dengue. Perubahan cuaca ekstrem saat musim pancaroba juga dapat memengaruhi daya tahan tubuh masyarakat sehingga meningkatkan risiko penyakit infeksi.

Menurut Didi, peningkatan kasus DBD tidak terlepas dari rendahnya kesadaran menjaga kebersihan lingkungan dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Advertisement

Artikel Terkait

 Kasus DBD Batam Turun Drastis, 205 Kasus Tanpa Kematian hingga Juni 2026

Kasus DBD Batam Turun Drastis, 205 Kasus Tanpa Kematian hingga Juni 2026

Kasus DBD di Batam turun menjadi 205 kasus hingga Juni 2026 tanpa kematian. Dinkes ingatkan warga tetap waspada.

Kasus DBD di Lingga Capai 221 Kasus, Dinkes Ingatkan Warga Jaga Kebersihan

Kasus DBD di Lingga Capai 221 Kasus, Dinkes Ingatkan Warga Jaga Kebersihan

Kasus DBD di Lingga mencapai 221 kasus hingga September 2026. Dinkes mengingatkan warga menjaga kebersihan dan memberantas sarang nyamuk.

Dinkes Batam Catat 533 Kasus ISPA, Warga Diminta Waspada

Dinkes Batam Catat 533 Kasus ISPA, Warga Diminta Waspada

Dinas Kesehatan Kota Batam mencatat 533 kasus ISPA pada 26 Oktober 2026, meningkat 75,9 persen dibandingkan laporan 24 Oktober

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer