Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Masjid Bintang Amin Angkasa Jadi Simbol Kedekatan TNI AU dan Warga

Yashinta • Kamis, 19 Maret 2026 | 15:00 WIB

Masjid Bintang Amin Angkasa. F.Cecep Mulyana
Masjid Bintang Amin Angkasa. F.Cecep Mulyana

batampos – Pangkalan TNI AU (Lanud) Hang Nadim Batam kini memiliki masjid megah yang tidak hanya diperuntukkan bagi prajurit, tetapi juga terbuka untuk masyarakat umum. Masjid dua lantai dengan luas bangunan mencapai 1.078 meter persegi ini menjadi simbol kedekatan TNI AU dengan masyarakat.

Komandan Lanud Hang Nadim Batam, Letkol Pnb Hendro Sukamdani, M.Tr.Opsla, mengatakan pembangunan masjid tersebut dilatarbelakangi kebutuhan mendesak akan tempat ibadah yang layak bagi prajurit.

“Selama hampir lima tahun, anggota Lanud melaksanakan salat di ruang-ruang kantor karena belum memiliki musala. Itu yang menjadi motivasi utama kami untuk menyelesaikan masjid ini,” ujarnya.

Masjid ini mulai dibangun sejak peletakan batu pertama pada 2020. Namun, proses pembangunan sempat terhambat, terutama akibat keterbatasan anggaran. Pembangunan kemudian dapat dilanjutkan berkat dukungan berbagai pihak, baik individu maupun perusahaan.

“Alhamdulillah, pembangunan ini bisa berjalan berkat gotong royong dan bantuan dari banyak pihak,” tambahnya.

Masjid yang memiliki empat menara ini mampu menampung hingga 1.500 jemaah. Desainnya mengusung konsep arsitektur Timur Tengah klasik yang dipadukan dengan sistem pencahayaan modern, sehingga menghadirkan suasana ibadah yang nyaman dan representatif.

Nama masjid, Bintang Amin Angkasa, memiliki makna filosofis. Kata “Amin” berarti berkah, “Bintang” merujuk pada donatur utama, dan “Angkasa” merepresentasikan TNI AU. Nama tersebut juga berkaitan dengan kontribusi besar donatur utama, Rusli Bintang, dalam pembangunan masjid.

Tak hanya sebagai tempat ibadah, masjid ini juga dirancang menjadi pusat kegiatan sosial dan ekonomi kreatif. Ke depan, kawasan sekitar masjid akan dikembangkan untuk mendukung pelaku UMKM serta kegiatan kemasyarakatan lainnya.

“Masjid ini terbuka untuk umum. Masyarakat bisa memanfaatkan untuk kegiatan keagamaan, sosial, bahkan acara seperti akad nikah,” jelas Hendro.

Akses menuju masjid juga dibuat mudah dan terpisah, sehingga masyarakat dapat berkunjung tanpa harus masuk ke area utama Lanud.

Menurut Hendro, keberadaan masjid ini menjadi bukti komitmen TNI AU dalam membangun hubungan yang humanis dengan masyarakat.

“Kami ingin menunjukkan bahwa TNI AU hadir tidak hanya sebagai penjaga kedaulatan, tetapi juga bagian dari masyarakat,” tegasnya.

Masjid ini telah mulai digunakan, termasuk untuk pelaksanaan salat tarawih di awal Ramadan, dan direncanakan menjadi lokasi salat Idulfitri bagi prajurit serta masyarakat sekitar.

Dengan kehadiran masjid tersebut, diharapkan tidak hanya memperkuat pembinaan mental prajurit, tetapi juga menjadi pusat silaturahmi dan kegiatan keagamaan yang bermanfaat bagi masyarakat luas. (*)

Editor : Jamil Qasim