64 Titik Karhutla Terpantau di Batam, Didominasi Sekupang hingga Galang

Eusebius Sara • Dipublikasikan Rabu, 1 April 2026 | 09:30 WIB
Petugas memadamkan kebakaran lahan di Tanjung Riau, Sekupang, Batam. Kebakaran meningkat selama musim kemarau. F. Istimewa
Petugas memadamkan kebakaran lahan di Tanjung Riau, Sekupang, Batam. Kebakaran meningkat selama musim kemarau. F. Istimewa

 batampos – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Batam meningkat selama musim kemarau. Hingga Maret 2026, tercatat 64 titik kebakaran tersebar di sejumlah wilayah.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Batam, Agus Bendri, mengungkapkan sebaran titik api didominasi di wilayah Sekupang, Nongsa, dan Galang.

Menurutnya, kondisi cuaca panas disertai angin kencang mempercepat penyebaran api, sehingga meningkatkan risiko kebakaran.

“Penanganan dan sosialisasi terus kami maksimalkan. Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar lahan atau sampah sembarangan,” ujarnya.

Agus menegaskan, sebagian besar kebakaran dipicu aktivitas manusia yang kurang memperhatikan faktor keselamatan, seperti pembukaan lahan dengan cara membakar.

Senada, Kepala Bidang Pencegahan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Batam, M. Hafiz, menyebut banyak kasus kebakaran berawal dari hal-hal kecil yang kerap dianggap sepele.

Ia menjelaskan, kebiasaan membakar sampah, membuang puntung rokok di area kering, hingga penggunaan api tanpa pengawasan menjadi penyebab dominan karhutla.

“Masyarakat kami imbau agar tidak membakar sampah maupun lahan sembarangan. Hindari juga membuang puntung rokok di area kering,” katanya.

Selain itu, penggunaan instalasi listrik yang tidak sesuai standar juga berpotensi memicu kebakaran melalui korsleting, baik di permukiman maupun tempat usaha.

Hafiz mengingatkan masyarakat agar tidak meninggalkan api terbuka seperti kompor atau lilin tanpa pengawasan. Ia juga menyarankan setiap rumah dan tempat usaha menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) sebagai langkah antisipasi dini.

Untuk mempercepat penanganan, masyarakat diminta segera melapor jika melihat tanda-tanda kebakaran. Pelaporan cepat dinilai penting agar api tidak meluas.

Layanan darurat dapat diakses melalui call center 112 yang siaga 24 jam atau pos pemadam kebakaran terdekat. Pemerintah Kota Batam memastikan seluruh pos damkar tetap siaga merespons laporan masyarakat.

“Pencegahan dan pelaporan dini adalah kunci keselamatan bersama. Kami mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap bahaya kebakaran,” tegas Hafiz.

Pemerintah berharap, dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dan pengawasan bersama, kasus karhutla di Batam dapat ditekan selama musim kemarau. (*)

Editor : M Tahang
Karhutla di Batam