Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BP3MI Kepri Siapkan Lulusan Vokasi Bersaing di Pasar Kerja Global

A
Penulis: Antara❯
Kepala BP3MI Provinsi Kepri Kombes Pol Imam Riyadi. ANTARA/Ogen
Kepala BP3MI Provinsi Kepri Kombes Pol Imam Riyadi. ANTARA/Ogen

Advertisement

batampos – Kebutuhan tenaga kerja terampil di pasar internasional menjadi peluang besar bagi lulusan pendidikan vokasi di Kepulauan Riau. Melihat potensi tersebut, Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepri terus memperkuat kolaborasi dengan dunia pendidikan untuk mencetak pekerja migran Indonesia (PMI) yang kompeten dan siap bersaing.

Langkah ini sejalan dengan target nasional Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) yang menargetkan penempatan 500 ribu PMI ke berbagai negara. Dari jumlah tersebut, sebanyak 300 ribu di antaranya ditargetkan berasal dari lulusan pendidikan vokasi seperti SMK dan politeknik.

Kepala BP3MI Kepri Kombes Pol Imam Riyadi mengatakan, tingginya kebutuhan tenaga kerja profesional di luar negeri menjadi peluang yang harus dimanfaatkan melalui penguatan kualitas sumber daya manusia.

"Dari target 500.000 penempatan PMI itu, komposisinya 300.000 bersumber dari lulusan vokasi (SMK/Politeknik) dan 200.000 dari lulusan umum. Ini adalah peluang besar sekaligus tantangan bagi dunia pendidikan kita untuk melakukan link and match dengan kebutuhan global," ujar Imam di Tanjungpinang, Sabtu.

Menurut dia, BP3MI Kepri tidak hanya fokus pada proses penempatan pekerja migran, tetapi juga membangun ekosistem sejak dari tahap persiapan calon pekerja. Salah satu upaya yang dilakukan melalui pengembangan program Desa Migran Emas.

Advertisement

Program tersebut menjadi salah satu langkah pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), sekaligus menyediakan informasi mengenai prosedur penempatan PMI yang aman dan legal.

Saat ini, empat desa di Kepri telah menerapkan program Desa Migran Emas, yakni Desa Teluk Sasah, Pangke, Pangke Barat, dan Tanjung Berlian Barat.

"Ke depan, BP3MI Kepri mempersiapkan sepuluh desa tambahan untuk mengadopsi program serupa," katanya.

Advertisement

Artikel Terkait

Pelabuhan Resmi Batam Jadi Titik Rawan PMI Ilegal

Pelabuhan Resmi Batam Jadi Titik Rawan PMI Ilegal

BP3MI Kepri menyebut pelabuhan resmi di Batam sebagai salah satu titik rawan pemberangkatan PMI secara ilegal

Polda Kepri dan BP3MI Petakan Agen Perekrut PMI Ilegal

Polda Kepri dan BP3MI Petakan Agen Perekrut PMI Ilegal

Polda Kepri dan BP3MI memperkuat kerja sama untuk mencegah keberangkatan PMI secara nonprosedural dan menanggulangi TPPO.

10.918 PMI Non-Prosedural Terdeteksi di Kepri, Batam Terbanyak

10.918 PMI Non-Prosedural Terdeteksi di Kepri, Batam Terbanyak

BP3MI Kepri mencatat 10.918 PMI non-prosedural pada 2024-2026. Batam menjadi pintu keberangkatan terbesar dengan 4.279 orang.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer