batampos – Hujan akhirnya mengguyur Kota Batam, Selasa (31/3), setelah sebulan terakhir dilanda cuaca kering. Curah hujan turun hampir merata sejak siang hingga sore, sehari setelah Pemerintah Kota Batam bersama warga menggelar salat istisqa di Dataran Alun-alun Engku Putri.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyambut turunnya hujan dengan penuh rasa syukur. Ia menilai hujan tersebut menjadi jawaban atas ikhtiar bersama yang dilakukan sebelumnya.
“Alhamdulillah, sejak siang hujan terus turun. Artinya doa kita diijabah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujarnya saat ditemui di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center.
Baca Juga: Kedutaan Australia Tinjau Kesiapan SAR Batam, Perkuat Keamanan Wisatawan di Kepri
Menurutnya, harapan dalam pelaksanaan salat istisqa tidak hanya agar hujan turun, tetapi juga membawa keberkahan bagi masyarakat, seperti mengisi kembali waduk yang mulai menyusut serta menghidupkan kembali tanaman yang mengering.
“Mudah-mudahan hujan ini memberi rahmat, memenuhi waduk-waduk, membasahi tanaman, dan menghijaukan kembali yang sempat gersang,” katanya.
Dalam beberapa pekan terakhir, Batam menghadapi cuaca panas berkepanjangan yang berdampak pada menurunnya debit air di sejumlah waduk, serta meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Baca Juga: Sidang PN Batam Bongkar Modus Pengiriman PMI Ilegal ke Malaysia
Titik api dilaporkan muncul di sejumlah wilayah, seperti Nongsa, Sekupang, hingga kawasan pulau seperti Galang dan Pulau Manis.
Dengan turunnya hujan, Amsakar berharap ancaman kekeringan dan karhutla dapat berangsur mereda.
“Sekaligus meminimalisir titik-titik api yang terjadi di Batam. Mudah-mudahan dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya. (*)
Editor : M Tahang