Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Jaga Syiar di Hinterland, Baznas Batam Salurkan Insentif untuk 138 Dai

Rengga Yuliandra • Selasa, 28 April 2026 | 11:13 WIB
Ketua Badan Amil Zakat Nasional Habib Soleh bersilaturahmi dengan 138 dai dan guru mengaji binaan dalam pertemuan perdana komisioner periode 2025–2030 di Masjid Agung Engku Hamidah, Senin (27/4).  F. Istimewa
Ketua Badan Amil Zakat Nasional Habib Soleh bersilaturahmi dengan 138 dai dan guru mengaji binaan dalam pertemuan perdana komisioner periode 2025–2030 di Masjid Agung Engku Hamidah, Senin (27/4). F. Istimewa

batampos – Upaya menjaga syiar Islam di wilayah hinterland atau pulau penyangga Batam terus diperkuat. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Batam memastikan dukungan rutin bagi 138 dai dan guru mengaji yang menjadi garda terdepan pembinaan umat di daerah terpencil.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam silaturahmi perdana jajaran komisioner Baznas Batam periode 2025–2030 bersama para dai dan daiah penerima manfaat di Masjid Agung Engku Hamidah, Senin (27/4).

Ketua Baznas Batam, Habib Soleh, mengatakan keberadaan dai di wilayah hinterland sangat vital, terutama sebagai ujung tombak pendidikan agama di pulau-pulau dengan akses terbatas.

“Di wilayah hinterland, ustaz dan ustazah bukan hanya mengajar mengaji, tetapi juga membina salat, akhlak, hingga kehidupan sosial masyarakat,” ujarnya.

Dari total 138 penerima manfaat, sebanyak 77 orang bertugas di wilayah hinterland dan 61 orang di mainland. Mereka tersebar di 12 kecamatan di Kota Batam.

Baznas juga memberikan insentif berbeda sesuai tingkat kesulitan wilayah. Dai di Kecamatan Galang menerima Rp1,5 juta per bulan, sementara di Bulang dan Belakangpadang sebesar Rp1,2 juta per bulan. Adapun dai di mainland menerima Rp750 ribu per bulan.

Perbedaan tersebut mempertimbangkan tantangan geografis dan biaya transportasi di wilayah kepulauan.

“Semakin sulit akses wilayahnya, perhatian yang diberikan harus lebih besar. Ini bentuk penghargaan atas perjuangan mereka,” kata Habib Soleh.

Selain pembinaan dai, Baznas Batam juga menyalurkan bantuan pendidikan dan sosial. Hingga Maret 2026, bantuan telah menjangkau 15 yayasan Islam, 13 lembaga Himpunan Binaan Mualaf Indonesia (HBMI), satu mualaf center, serta 128 penerima nafkah rutin.

Di sektor pendidikan, bantuan diberikan kepada ratusan siswa dari tingkat SD hingga SMA, termasuk 27 TPQ dengan total 270 santri. Selain itu, 11 pelajar dan mahasiswa berprestasi serta 18 marbot masjid turut menerima bantuan.

Habib Soleh menegaskan seluruh program tersebut bersumber dari zakat, infak, dan sedekah masyarakat Batam, termasuk kontribusi ASN Pemko Batam, BP Batam, dan para muzaki lainnya.

Menurutnya, keberlangsungan dakwah di wilayah hinterland merupakan tanggung jawab bersama agar masyarakat di daerah terluar tetap mendapatkan pembinaan agama yang layak.

“Harapan kami sederhana, jangan sampai wilayah terluar Batam kehilangan pembinaan agama. Syiar Islam harus terus hidup,” tutupnya. (*)

Editor : Jamil Qasim
#Salurkan Insentif #Baznas Batam #Jaga Syiar