Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

May Day Tanpa Demo, Buruh Batam Angkut 60 Ton Sampah Liar dalam Dua Jam

Muhammad Syahban • Sabtu, 2 Mei 2026 | 06:00 WIB
buruh membersihkan jalan dalam rangka memperingati hari buruh. f. M Syahban/ Batam pos
Buruh membersihkan jalan dalam rangka memperingati hari buruh. f. M Syahban/ Batam pos

batampos – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Batam berlangsung berbeda dari biasanya. Tidak ada aksi unjuk rasa di jalanan. Federasi Serikat Pekerja Logam, Elektronik, dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM SPSI) Kepulauan Riau justru memilih turun ke lapangan membersihkan sampah liar di berbagai titik kota.

Ketua DPD FSP LEM SPSI Kepri, Saipul Badri, mengatakan kegiatan tersebut melibatkan sekitar 60 armada kendaraan yang disebar ke seluruh kecamatan di Batam. Pelepasan simbolis dipusatkan di DC Mall dengan tiga unit dump truck, sementara kecamatan lainnya masing-masing mendapat tiga hingga empat kendaraan.

“Setiap mobil minimal mengangkut satu ton. Total ada sekitar 50 sampai 60 ton sampah yang berhasil diangkut, bahkan bisa lebih,” ujarnya.

Seluruh proses pembersihan diselesaikan hanya dalam waktu sekitar dua jam. Sasaran utama kegiatan ini adalah lokasi pembuangan sampah liar, bukan tempat pembuangan resmi.

Menurut Saipul, kebersihan lingkungan menjadi bagian penting dari kesejahteraan pekerja.

“Kita tidak bisa bicara sejahtera kalau lingkungan tempat tinggal kita masih kotor,” katanya.

Kegiatan sosial ini menjadi tahun kedua SPSI memperingati May Day dengan aksi peduli lingkungan. Tahun sebelumnya, organisasi buruh tersebut melakukan penanaman mangrove sebagai bentuk kepedulian terhadap kawasan pesisir dan nelayan.

Saipul menegaskan, aksi bersih-bersih ini bukan untuk mengambil alih tugas pemerintah dalam pengelolaan sampah, melainkan sebagai pesan moral agar masyarakat ikut menjaga kebersihan lingkungan.

Ia juga menilai gerakan buruh harus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Menurutnya, serikat pekerja tidak hanya hadir menyampaikan tuntutan, tetapi juga mampu menawarkan solusi.

“Kita tidak ingin dikenal sebagai pembuat masalah. Buruh harus hadir sebagai bagian dari solusi,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengapresiasi langkah para pekerja yang mengisi May Day dengan aksi nyata. Menurutnya, gerakan tersebut sejalan dengan kebijakan nasional dan mendukung program Gerakan Masyarakat Batam Aman, Sehat, Resik, dan Indah (GEMA ASRI).

“Ini sinergi yang luar biasa,” ujarnya. (*)

Editor : Jamil Qasim
#Buruh Batam Angkut 60 Ton Sampah #may day