batampos – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Batam mencatat sebanyak 3.981 jemaah calon haji (JCH) telah diberangkatkan menuju Tanah Suci hingga Kamis (30/4). Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari sembilan kelompok terbang (kloter) yang telah diterbangkan melalui Bandara Internasional Hang Nadim Batam.
Ketua PPIH Embarkasi Batam, Muhammad Syafii, mengatakan keberangkatan Kloter 9 menambah total jemaah yang telah diterbangkan melalui embarkasi tersebut.
“Dengan keberangkatan Kloter 9 ini, total jamaah yang sudah diterbangkan melalui Embarkasi Batam mencapai 3.981 orang,” ujarnya, Jumat (1/5).
Meski proses pemberangkatan berjalan lancar, PPIH mencatat terdapat 18 jemaah asal Kepulauan Riau dan Riau yang mengalami penundaan keberangkatan. Penundaan tersebut disebabkan kondisi kesehatan maupun alasan pendampingan.
Syafii menjelaskan, sebagian jemaah yang tertunda saat ini masih menjalani perawatan dan observasi medis, baik di klinik embarkasi maupun rumah sakit rujukan.
“Ada yang dirawat di klinik dan ada juga yang dirujuk ke rumah sakit. Kita berharap kondisi mereka segera membaik sehingga bisa diberangkatkan pada kloter berikutnya,” katanya.
Ia menegaskan, kesehatan jemaah menjadi prioritas utama dalam proses pemberangkatan haji. Setiap jemaah yang belum memenuhi syarat kesehatan untuk terbang akan ditunda demi keselamatan selama menjalankan ibadah di Arab Saudi.
Pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi ini, Embarkasi Batam dijadwalkan memberangkatkan total 10.945 jemaah yang berasal dari empat provinsi, yakni Kepulauan Riau, Riau, Jambi, dan Kalimantan Barat. Seluruh jemaah tersebut terbagi dalam 25 kelompok terbang.
Embarkasi Batam menjadi salah satu embarkasi strategis di Indonesia bagian barat yang setiap tahunnya melayani ribuan jemaah dari berbagai daerah.
Dengan masih tersisa 16 kloter pemberangkatan, PPIH memastikan seluruh proses pelayanan, mulai dari pemeriksaan kesehatan, akomodasi, hingga keberangkatan, terus dimaksimalkan agar berjalan lancar.
PPIH juga mengimbau seluruh jemaah yang masih menunggu jadwal keberangkatan untuk menjaga kondisi fisik, mengatur pola makan, serta mematuhi arahan petugas kesehatan agar dapat berangkat sesuai jadwal yang telah ditetapkan. (*)
Editor : Jamil Qasim