batampos – Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Batam pada Maret 2026 tercatat 114.837 orang. Meski turun dibanding Februari, angka tersebut justru naik 14,52 persen secara tahunan.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, Eko Aprianto, mengatakan secara bulanan terjadi penurunan 12,54 persen dari 131.308 kunjungan pada Februari 2026.
“Namun secara year on year, kunjungan wisman masih tumbuh positif,” ujarnya.
Baca Juga: Gebyar Skapul 2026 SMKN 10 Batam Jadi Ajang Sportivitas, Kreativitas, dan Kolaborasi Pelajar
Wisman ke Batam masih didominasi asal Singapura sebanyak 54.869 orang atau 47,78 persen. Disusul Malaysia 25.412 kunjungan (22,13 persen), Tiongkok 4.719 kunjungan (4,11 persen), India 3.769 kunjungan (3,28 persen), dan Filipina 1.637 kunjungan (1,43 persen).
Kemudian Myanmar 1.547 kunjungan, Korea Selatan 1.534 kunjungan, Jepang 1.082 kunjungan, Inggris 894 kunjungan, dan Amerika Serikat 914 kunjungan. Sepuluh negara tersebut menyumbang 83,95 persen dari total kunjungan.
Menurut Eko, dominasi wisman Singapura menunjukkan Batam masih menjadi destinasi wisata jarak dekat, terutama untuk belanja, kuliner, dan liburan singkat.
Kunjungan wisman tercatat melalui sejumlah pintu masuk internasional seperti Pelabuhan Batam Centre, Nongsa Pura, HarbourBay, Sekupang, serta Bandara Internasional Hang Nadim.
Baca Juga: Koperasi Rempang Mulai Tampung Ikan, 16 Kapal Bantuan Sudah Beroperasi
Di sisi lain, peningkatan kunjungan belum berdampak signifikan terhadap tingkat hunian hotel.
BPS mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada Maret 2026 sebesar 46,46 persen, turun dari 48,17 persen pada Februari.
Rata-rata lama menginap tercatat 1,72 malam, sedikit meningkat dari 1,71 malam pada bulan sebelumnya. Wisatawan asing menginap lebih lama (1,91 malam) dibanding domestik (1,61 malam).
Eko menilai, fluktuasi tersebut dipengaruhi musim liburan, kondisi ekonomi regional, konektivitas transportasi, serta agenda event di Batam.
“Tantangannya meningkatkan lama tinggal wisatawan agar dampaknya lebih besar bagi perhotelan dan ekonomi daerah,” katanya.
Baca Juga: Kenaikan BBM Nonsubsidi Beruntun Tekan Usaha Logistik Batam
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Batam, Ardiwinata, menyebut tren kenaikan wisman dipengaruhi promosi yang lebih masif, peningkatan konektivitas, serta penyelenggaraan berbagai event.
Ke depan, pihaknya akan memperkuat sinergi dengan pelaku industri dan meningkatkan daya tarik destinasi agar kunjungan wisatawan terus tumbuh dan berdampak lebih luas. (*)
Editor : M Tahang