Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

5.120 Pelajar Batam Tampilkan Tari Zapin Massal di Hardiknas 2026

Abdul Azis Maulana • Senin, 11 Mei 2026 | 15:05 WIB
5.120 pelajar memadati Dataran Engku Putri, Senin, (11/5) untuk menampilkan tari Zapin secara massal bersama Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. F. Azis Maulana / Batam Pos
5.120 pelajar memadati Dataran Engku Putri, Senin, (11/5) untuk menampilkan tari Zapin secara massal bersama Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. F. Azis Maulana / Batam Pos

batampos – Puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kota Batam berlangsung meriah dan penuh nuansa budaya Melayu. Sebanyak 5.120 pelajar memadati Dataran Engku Putri untuk menampilkan tari Zapin secara massal, Senin (11/5).

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Batam ex-officio BP Batam, Amsakar Achmad, turut bergabung bersama ribuan pelajar yang mengenakan busana adat Melayu. Di tengah barisan peserta, Amsakar tampak mengikuti gerakan tari Zapin dengan penuh antusias.

Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, juga hadir dalam perayaan tersebut dan turut menyemarakkan suasana, meski masih beradaptasi dengan irama tarian tradisional Melayu.

Perayaan Hardiknas tahun ini tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni budaya, tetapi juga momentum refleksi terhadap arah pendidikan nasional di Indonesia.

Amsakar menegaskan bahwa pendidikan merupakan proses memanusiakan manusia dengan ketulusan dan kasih sayang.

“Pendidikan adalah proses memanusiakan manusia dengan ketulusan dan kasih sayang,” ujar Amsakar.

Ia menjelaskan pendidikan bukan hanya sekadar transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga proses menggali dan mengembangkan potensi setiap individu sebagai makhluk Tuhan yang bermartabat.

Dalam sambutannya, Amsakar juga mengutip pemikiran Ki Hajar Dewantara mengenai sistem among dalam pendidikan, yakni konsep asah, asih, dan asuh, yang dinilai masih relevan di era modern dan perkembangan teknologi saat ini.

Menurutnya, pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun karakter bangsa, mencerdaskan kehidupan masyarakat, serta menciptakan peradaban yang bermartabat.

Ia menegaskan pembangunan sektor pendidikan harus dilakukan secara serius, berkelanjutan, dan melibatkan semua pihak.

Amsakar juga menyinggung arah kebijakan pendidikan nasional yang sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam penguatan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing.

Sejumlah program prioritas pemerintah saat ini mencakup revitalisasi dan digitalisasi sekolah, peningkatan kompetensi serta kesejahteraan guru, penguatan pendidikan karakter, hingga pemerataan akses pendidikan.

Namun demikian, ia menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga komitmen seluruh elemen masyarakat.

Amsakar menyoroti tiga hal penting dalam pembangunan pendidikan, yakni pola pikir maju, mental yang kuat, dan misi yang lurus.

“Tanpa ketiga hal tersebut, berbagai program hanya akan menjadi formalitas tanpa dampak nyata,” tegasnya.

Menutup sambutan, Amsakar mengajak seluruh pihak untuk terus bersinergi dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu, inklusif, dan berkeadilan.

“Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026. Mari bersama-sama membangun generasi Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat,” ujarnya. (*)

Editor : Putut Ariyotejo
#Hardiknas 2026 #pendidikan Batam #tari Zapin #amsakar achmad #batam