Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Wakaf Ponpes Mafaza, Muhammadiyah Siapkan Pesantren Modern di Batam

Yashinta • Rabu, 13 Mei 2026 | 08:01 WIB
Mentri Pendidikan Dasar Menengah Abdul Mu
Mentri Pendidikan Dasar Menengah Abdul Mu'ti memberikan tausyiah pada tablig Akbar di Masjid Mafaza Telaga Punggur Nongsa, Selasa (12/5). F Cecep Mulyana /Batam Pos

batampos – Cita-cita Muhammadiyah Kepulauan Riau memiliki pesantren modern berskala besar di Batam mulai terwujud. Pondok Pesantren Mafaza Islamic Boarding School (MIBS) di kawasan Telaga Punggur, Nongsa, Batam, resmi diwakafkan kepada Persyarikatan Muhammadiyah dalam kegiatan tabligh akbar yang dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, Selasa (12/5).

Penyerahan wakaf dilakukan langsung oleh pendiri dan pembina Ponpes Mafaza, Abdullah Yasin, kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Selanjutnya, pengelolaan pondok pesantren tersebut dipercayakan kepada Universitas Muhammadiyah Riau.

Kegiatan itu turut dihadiri Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kepri, Huzaifah Dadang AG, Rektor UMRI sekaligus Ketua MUI Kepri, Saidul Amin, Ismeth Abdullah, tokoh Muhammadiyah dari Kepri dan Riau, serta ratusan jamaah dan santri.

Dalam sambutannya, Huzaifah Dadang AG menyebut penyerahan wakaf tersebut menjadi momentum bersejarah bagi Muhammadiyah Kepri. Sebab, selama ini pihaknya bercita-cita menghadirkan pesantren besar dan modern di Batam yang mampu menjadi pusat pendidikan Islam di kawasan Asia Tenggara.

“Sudah lama kami bermimpi memiliki pesantren besar di Batam. Hari ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Insyaallah Mafaza ini akan menjadi cikal bakal pesantren modern tingkat ASEAN,” ujarnya.

Ia menyebut keberadaan Mafaza Islamic Boarding School merupakan hasil perjuangan besar keluarga Abdullah Yasin. Karena itu, Muhammadiyah Kepri berkomitmen menjaga amanah wakaf tersebut untuk pengembangan pendidikan generasi muda Islam di masa mendatang.

“Kami yakin UMRI mampu mengelola pesantren ini dengan baik. PWM dan seluruh PDM di Kepri tentu siap mendukung pengembangannya bersama-sama,” katanya.

Huzaifah juga berharap dukungan penuh dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk pengembangan fasilitas pendidikan di kawasan pesantren tersebut, termasuk pembangunan laboratorium dan perpustakaan modern.

Sementara itu, Saidul Amin mengungkapkan proses penyerahan wakaf Mafaza kepada Muhammadiyah telah melalui perjalanan panjang. Ia mengaku sudah lama mengenal Abdullah Yasin ketika sama-sama berada di Malaysia.

Menurut Saidul, awalnya Abdullah Yasin ingin menyerahkan pesantren tersebut langsung kepada UMRI. Namun dirinya menyarankan agar penyerahan dilakukan kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah agar memiliki legalitas dan penguatan organisasi yang lebih luas.

“Saya sampaikan kepada Prof Abdullah Yasin, UMRI itu hanya amal usaha Muhammadiyah. Kalau ingin menyerahkan, lebih baik langsung kepada Muhammadiyah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proses komunikasi kemudian dilakukan dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah hingga akhirnya seluruh dokumen wakaf resmi diserahkan beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan itu, Saidul juga mengungkapkan kondisi kesehatan Abdullah Yasin yang tengah menjalani persiapan operasi batu empedu dan dilarang bepergian jauh oleh dokter. Namun demi menghadiri kegiatan tersebut, Abdullah Yasin tetap datang.

“Karena kecintaannya kepada Muhammadiyah dan Pak Menteri, beliau tetap hadir meski sedang menunggu operasi,” katanya.

Pendiri Ponpes Mafaza Batam, Abdullah Yasin, mengatakan pembangunan pesantren tersebut sebagian besar berasal dari sumbangan masyarakat Muslim di Malaysia dan Singapura.

“Kalau boleh saya katakan, 99 persen pembangunan Mafaza berasal dari sumbangan donatur di Malaysia dan Singapura,” ujarnya.

Ia menjelaskan nama Mafaza berasal dari gabungan nama dua sosok ibu dalam keluarganya, yakni Fatimah dan Zahra. Nama tersebut kemudian digunakan untuk masjid dan berkembang menjadi nama pondok pesantren.

Abdullah Yasin mengaku memilih Muhammadiyah karena memiliki kepercayaan besar terhadap komitmen organisasi itu dalam mengelola pendidikan.

“Kami percaya Muhammadiyah bisa menjaga dan mengembangkan amanah ini dengan baik,” katanya.

Sementara itu, Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasi atas wakaf yang diberikan kepada Muhammadiyah. Ia menyebut penyerahan itu menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan masyarakat kepada Muhammadiyah dalam mengelola amal usaha pendidikan.

“Atas nama Pimpinan Pusat Muhammadiyah, saya menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Abdullah Yasin dan keluarga atas wakaf yang diberikan ini,” ujarnya.

Abdul Mu’ti mengaku kagum melihat fasilitas pesantren yang dinilai sudah sangat lengkap dan modern. Bahkan menurutnya, pembangunan fasilitas seperti itu membutuhkan waktu lama jika menggunakan anggaran pemerintah.

“Saya lihat semuanya sudah bagus. Bangunannya luar biasa. Kalau dibangun dengan anggaran pemerintah mungkin bisa bertahun-tahun,” katanya.

Ia mengatakan, dalam satu bulan terakhir dirinya menghadiri tiga agenda penyerahan wakaf kepada Muhammadiyah di berbagai daerah. Hal itu dinilainya sebagai bukti bahwa Muhammadiyah masih dipercaya masyarakat dalam mengelola pendidikan dan aset wakaf.

“Para wakif percaya kalau diserahkan ke Muhammadiyah, insyaallah akan dijaga, dilanjutkan, dan dikelola secara amanah,” ujarnya.

Abdul Mu’ti juga meminta seluruh warga Muhammadiyah menjaga amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab agar manfaatnya terus dirasakan masyarakat luas.

“Kita harus menjaga amanah ini sebaik-baiknya supaya niat baik wakif bisa terus berlanjut,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Abdul Mu’ti turut mendukung pengembangan jenjang pendidikan formal di Mafaza Islamic Boarding School. Ia bahkan meminta agar proses perizinan SMA di pesantren tersebut dapat dipercepat.

“Kalau lahannya sudah tersedia dan fasilitasnya sudah siap, tentu ini sangat membantu pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya.

Selain tabligh akbar dan penyerahan wakaf, kegiatan tersebut juga diisi tausiah kebangsaan, doa bersama, dan penayangan video profil Pondok Pesantren Mafaza Islamic Boarding School Batam. (*)

Editor : Jamil Qasim
#Wakaf Ponpes #muhammadiyah