Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Dinkes Batam Ingatkan Waspada Hantavirus

Rengga Yuliandra • Minggu, 17 Mei 2026 | 16:34 WIB
ilustrasi
ilustrasi

batampos — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap Hantavirus Infection, yakni infeksi virus yang ditularkan melalui tikus dan hewan pengerat lainnya.

Kepala Dinkes Kota Batam, dr. Didi Kusmarjadi, mengatakan penyakit ini memang belum sepopuler demam berdarah dengue (DBD) maupun COVID-19, namun memiliki potensi bahaya serius karena dapat menyerang paru-paru dan ginjal hingga berujung kematian.

“Banyak masyarakat lebih takut terhadap nyamuk, padahal tikus juga dapat membawa penyakit serius. Hantavirus ini perlu diwaspadai karena gejalanya sering tidak disadari sejak awal,” ujar dr. Didi, Minggu (16/5).

 

Infeksi dari Tikus yang Pernah Menjadi Wabah Dunia

Menurutnya, Hantavirus pertama kali dikenal luas setelah wabah yang menyerang tentara pada Perang Korea pada 1950-an. Kasus serupa kembali mendapat perhatian dunia saat wabah misterius terjadi di wilayah Four Corners, Amerika Serikat, pada 1993.

Sejumlah pasien saat itu mengalami gangguan pernapasan berat hingga gagal napas akibat paparan virus yang berasal dari tikus rusa.

 

Gejala Mirip Flu hingga Gangguan Paru Berat

Dr. Didi menjelaskan, gejala awal Hantavirus umumnya menyerupai flu biasa, seperti demam, nyeri otot, sakit kepala, mual, muntah, dan kelelahan.

Namun pada kondisi berat, pasien dapat mengalami sesak napas, penumpukan cairan di paru-paru, tekanan darah turun, hingga gangguan ginjal serius.

“Hantavirus berbahaya karena hingga saat ini belum ada obat spesifik. Penanganannya lebih pada terapi suportif seperti oksigen dan perawatan intensif,” jelasnya.

 

Risiko di Lingkungan Padat Penduduk

Ia menambahkan, wilayah dengan populasi tikus tinggi memiliki risiko lebih besar terhadap penyebaran penyakit ini. Area seperti pasar, gudang makanan, pelabuhan, kawasan padat penduduk, hingga tempat penumpukan sampah menjadi lokasi yang perlu diwaspadai.

Sebagai kota industri dan perdagangan, Batam dinilai perlu memperkuat pengendalian hama serta menjaga sanitasi lingkungan.

 

Imbauan Pencegahan untuk Masyarakat

Penularan Hantavirus umumnya terjadi melalui paparan urine, kotoran, atau air liur tikus yang terhirup manusia. Karena itu, masyarakat diminta tidak membersihkan kotoran tikus secara kering.

“Gunakan masker dan sarung tangan, semprot disinfektan terlebih dahulu sebelum membersihkan, lalu cuci tangan dengan sabun,” kata dr. Didi.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan rumah, menyimpan makanan dengan baik, serta mengelola sampah untuk mencegah berkembangnya tikus. (*)

Editor : Putut Ariyo
#hantavirus #Tikus #kesehatan #batam #dinkes