batampos – Tumpukan sampah di kawasan Botania 1 dan sekitarnya dikeluhkan warga. Sampah yang diduga sudah lebih dari sepekan tidak diangkut itu kini meluber hingga ke badan jalan dan menimbulkan aroma tidak sedap.
Pantauan Batam Pos di lokasi, Jumat (22/5), tumpukan sampah terlihat memenuhi pinggir jalan di area ruko. Plastik sampah, kardus, hingga limbah makanan bercampur menjadi satu. Sebagian bahkan sudah berserakan keluar dari tempat penampungan.
Kondisi tersebut membuat lingkungan sekitar tampak kumuh dan mengganggu aktivitas warga maupun pelaku usaha di kawasan itu.
Amir, salah seorang warga sekitar, mengatakan biasanya sampah diangkut satu kali dalam sepekan, yakni setiap Selasa. Namun hingga Jumat, sampah belum juga diangkut sehingga volumenya terus bertambah.
“Biasanya setiap Selasa diangkut. Tapi sampai sekarang belum juga. Sampah sudah makin banyak dan meluber ke jalan,” ujarnya.
Baca Juga: Harvard University Terapkan Aturan Baru, Nilai A Tak Lagi Mudah Didapat
Menurut Amir, kondisi semakin mengganggu karena banyak sampah makanan basah yang mulai membusuk dan mengeluarkan bau menyengat.
“Baunya sudah menyengat sekali. Apalagi banyak sampah makanan basah, jadi cepat busuk,” katanya.
Tak hanya menimbulkan bau tidak sedap, tumpukan sampah juga memicu banyaknya lalat di kawasan tersebut. Warga mengaku kondisi itu mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, bahkan hingga ke dalam rumah.
“Rumah sudah ditutup rapat pun lalat tetap masuk karena sampahnya memang terlalu banyak,” keluhnya.
Keluhan serupa disampaikan Ali, karyawan salah satu tempat makan di sekitar lokasi. Ia mengaku banyak pelanggan merasa kurang nyaman karena lingkungan di depan tempat usaha dipenuhi sampah yang menggunung.
“Namanya tempat makan harus bersih. Tapi kenyataannya di depan tempat usaha sampah sampai meluber,” ujarnya.
Menurutnya, bau menyengat dan banyaknya lalat membuat kenyamanan pelanggan menurun. Kondisi itu dikhawatirkan dapat memengaruhi aktivitas usaha di kawasan tersebut.
Warga berharap pihak terkait segera melakukan pengangkutan sampah agar kondisi lingkungan kembali bersih dan tidak semakin meresahkan masyarakat.
“Kalau bisa rutin diangkut, jangan sampai dibiarkan menggunung begini. Ini sudah meresahkan,” pungkasnya. (*)
Editor : Putut Ariyo