Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

DLH Batam Bantah Abaikan Sampah Botania 1

Muhammad Syaban • Senin, 25 Mei 2026 | 16:40 WIB
Sampah di Botania 1. F. Cecep Mulyana / Batam Pos
Sampah di Botania 1. F. Cecep Mulyana / Batam Pos

batampos  – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam membantah adanya pembiaran terhadap tumpukan sampah di kawasan Botania 1, Batamcentre, yang sebelumnya dikeluhkan warga dan pelaku usaha karena tidak diangkut hingga hampir dua pekan.

Kepala DLH Kota Batam, Dohar Mangalondo Hasibuan, menegaskan pengangkutan sampah di kawasan perumahan maupun pasar selama ini tetap berjalan rutin sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Kalau di setiap perumahan aman lah itu pasti diangkut. Mana bisa kita memperlambat, sesuai dengan jadwal, satu kali dalam tiga hari atau paling cepat satu kali dalam dua hari,” ujar Dohar kepada Batam Pos, Senin (25/5).

Meski demikian, ia mengakui terdapat sejumlah kendala di lapangan yang menyebabkan proses pengangkutan sampah tidak selalu berjalan maksimal. Salah satu faktor yang disebut memengaruhi adalah cuaca hujan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Menurutnya, kondisi cuaca membuat petugas mengalami kesulitan saat melakukan pengangkutan sampah di lapangan.

Baca Juga: Goals Jadi Anthem Piala Dunia 2026, Kolaborasi Lisa, Anitta, dan Rema

“Memang agak repot memang. Karena memang hujan. Kasihan pekerja juga, macam zaman penjajahan Belanda kita tengok kerja hujan-hujan,” katanya.

DLH Batam juga mengaku masih melakukan penyesuaian pola jadwal pengangkutan di sejumlah wilayah, termasuk Batamcentre. Beberapa kawasan disebut memiliki jadwal pengangkutan berbeda tergantung volume sampah dan kondisi lapangan.

“Ada yang tiga hari, ada yang dua hari pengangkutan. Menyesuaikan lah. Tapi paling tidak diangkat lah sampahnya itu,” ujar Dohar.

Namun, pernyataan tersebut berbanding terbalik dengan kondisi yang dikeluhkan warga di kawasan Botania 1. Sebelumnya, warga dan pelaku usaha mengaku tumpukan sampah di lokasi itu belum diangkut hampir dua pekan.

Pantauan di lapangan menunjukkan sampah meluber hingga ke badan jalan. Bau menyengat tercium dari kejauhan, sementara lalat terlihat memenuhi area tempat pembuangan sementara.

Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas masyarakat dan menciptakan kesan kumuh di kawasan yang dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas usaha di Batamcentre.

Baca Juga: Lapor Pak, Warga Gesya Paradise dan Asena Batam Keluhkan Jalan Berlumpur, 5 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Warga juga mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah dalam menangani persoalan sampah, mengingat Botania 1 merupakan kawasan padat penduduk dan pusat usaha yang setiap hari ramai dilalui masyarakat.

Selain mengganggu kenyamanan, sampah yang meluber hingga ke jalan juga dinilai membahayakan pengguna jalan dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan apabila dibiarkan terlalu lama.

Menanggapi hal itu, DLH memastikan akan segera menurunkan petugas apabila masih ditemukan sampah yang belum terangkut di lokasi tersebut.

“Kalau memang belum diangkat juga, nanti kita gerakkan anggota untuk lakukan pengangkutan,” kata Dohar.

Persoalan sampah di Batam belakangan kembali menjadi sorotan. Selain keterlambatan pengangkutan di sejumlah titik permukiman, kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Punggur yang terus meningkat juga menjadi perhatian pemerintah daerah dan BP Batam.

Masyarakat berharap persoalan sampah tidak lagi menjadi masalah rutin yang terus berulang tanpa solusi permanen. Sebab, bagi warga, tumpukan sampah bukan hanya soal keterlambatan pengangkutan, tetapi juga menyangkut kesehatan, kenyamanan, dan citra Kota Batam sebagai daerah industri dan pariwisata. (*)

Editor : Putut Ariyo
#Sampah Batam #Botania 1 #Batamcentre #DLH Batam #TPA Punggur