Krisis Sampah Batam Kian Parah, Warga Mengeluh, Petugas Pun Kewalahan

batampos – Krisis pengangkutan sampah kembali menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kota Batam. Di berbagai kecamatan, mulai dari Batu Aji, Sagulung, Sekupang, Nongsa, Batam Kota hingga Lubuk Baja, tumpukan sampah terlihat menggunung di tempat pembuangan sementara (TPS), bahkan meluber hingga ke badan jalan.
Kondisi itu memicu keluhan masyarakat. Sebagian warga mengaku terpaksa membakar sampah rumah tangga karena berhari-hari tidak diangkut. Di sisi lain, petugas kebersihan menyebut keterbatasan armada menjadi penyebab utama lambatnya layanan pengangkutan.
Pantauan Batam Pos, tumpukan sampah ditemukan di sejumlah titik. Di Jalan Brigjen Katamso, Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, sedikitnya enam lokasi dipenuhi sampah yang memanjang hingga puluhan meter menuju Perumahan Putra Jaya.
Baca Juga: Pria di Batam Dibacok dengan Parang, Pelaku Ditangkap saat Tidur di Kos
Pemandangan serupa terlihat di Jalan Utama Sei Binti, Sagulung. Sampah rumah tangga yang menumpuk selama beberapa hari akhirnya dibakar warga. Asap dari pembakaran plastik, kardus, limbah kelapa, hingga sisa makanan menyelimuti kawasan tersebut dan mengganggu pengguna jalan.
Di Jalan Patimura, Nongsa, sampah memenuhi sisi jalan dan mengeluarkan bau menyengat karena membusuk. Sementara di kawasan Marina City, Sekupang, dua kontainer sampah tidak lagi mampu menampung limbah sehingga kantong-kantong plastik meluber ke luar.
"Kondisi seperti ini sering terjadi. Kadang malam hari ada warga yang membakar sampah karena sudah terlalu penuh," ujar Doni, warga Perumahan Jupiter Marina, Sekupang.
Keluhan serupa datang dari kawasan Sukajadi, Batam Kota. Tong sampah di deretan ruko Taman Niaga dipenuhi kantong plastik hingga meluber ke jalan.
Fahri, salah seorang pekerja di kawasan tersebut, mengaku frekuensi pengangkutan sampah jauh berkurang dibanding sebelumnya.



