Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Lima Titik Rawan Banjir di Sagulung, Empat Sudah Mulai Teratasi

Yofie Yuhendri • Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB
Banjir di kawasan Batuaji, beberapa waktu lalu. F. Yopi Yuhendri/Batam Pos
Banjir di kawasan Batuaji-Sagulung, beberapa waktu lalu. F. Yopi Yuhendri/Batam Pos

batampos – Banjir masih menjadi persoalan yang kerap menghantui warga di Kecamatan Sagulung setiap kali hujan deras mengguyur. Sedikitnya terdapat lima titik yang selama ini menjadi langganan banjir, mulai dari kawasan Sei Langkai hingga titik terparah di sekitar Perumahan Tiara Mantang, Kelurahan Sagulung Kota.

Genangan air yang muncul tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga menyebabkan akses jalan terganggu dan merendam sejumlah rumah warga. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah kecamatan bersama instansi terkait.

Camat Sagulung, M. Arfie Eranov, mengatakan persoalan banjir di wilayahnya telah disampaikan kepada BP Batam dan Dinas Bina Marga Kota Batam.

Menurutnya, sejumlah langkah penanganan telah dilakukan, terutama melalui normalisasi drainase di beberapa titik rawan banjir.

“Untuk beberapa titik sudah diatasi. Seperti di depan SP Plaza itu sudah dilakukan normalisasi drainase dan sekarang aliran air sudah lebih lancar,” ujarnya, Senin (25/5).

Ia menjelaskan, dari lima titik yang sebelumnya sering tergenang, sebagian mulai mengalami perbaikan setelah dilakukan pengerukan dan pembersihan saluran air.

Namun khusus di kawasan Sagulung Kota, persoalan banjir dinilai lebih kompleks karena kondisi geografis wilayah yang lebih rendah dibandingkan badan jalan dan drainase di sekitarnya.

“Di lokasi Sagulung Kota ini memang sudah lama menjadi persoalan. Posisi perumahan lebih rendah dari jalan maupun drainase, sehingga saat hujan deras air cepat masuk ke kawasan permukiman warga,” katanya.

Sebagai solusi jangka panjang, pemerintah bersama BP Batam dan Dinas Bina Marga berencana membangun kolam olakan di kawasan tersebut. Kolam itu nantinya difungsikan sebagai tempat penampungan sementara debit air saat hujan deras agar tidak langsung meluap ke permukiman warga.

“Di lokasi ini akan dibangun kolam olakan. BP Batam menyediakan alat berat, sedangkan Dinas Bina Marga membantu penguatan dinding-dinding kolam olakan tersebut agar penanganannya lebih maksimal,” jelas Arfie.

Ia berharap pembangunan kolam olakan tersebut dapat menjadi solusi untuk mengurangi dampak banjir yang selama ini dikeluhkan masyarakat Sagulung Kota setiap musim hujan tiba.

Selain penanganan infrastruktur, Arfie juga mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan tidak membuang sampah sembarangan ke saluran drainase.

Menurutnya, tumpukan sampah menjadi salah satu penyebab utama tersumbatnya aliran air di sejumlah titik.

“Kita harus sama-sama menjaga lingkungan. Kawasan Sagulung ini cukup padat penduduk, sehingga kalau drainase dipenuhi sampah maka persoalan banjir akan sulit diselesaikan,” tegasnya.

Ia menambahkan, penanganan banjir membutuhkan kerja sama semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat. Dengan adanya normalisasi drainase dan rencana pembangunan kolam olakan, pemerintah berharap persoalan banjir di Sagulung dapat diminimalisir secara bertahap.

“Harapannya ke depan titik-titik banjir di Sagulung bisa berkurang sehingga masyarakat lebih nyaman dan aman saat hujan deras turun,” tutupnya. (*)

Editor : Jamil Qasim
#Titik Rawan Banjir #Mulai Teratasi