Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Sampah Menumpuk di Sagulung, DLH Janji Angkut dari TPS dalam 1x24 Jam

Yofie Yuhendri • Selasa, 26 Mei 2026 | 11:01 WIB
Tumpukan sampah mengular di sepanjang Jalan Seibinti hingga kawasan Seilekop, Kecamatan Sagulung, Batam. F. Eusebius Sara/Batam Pos
Ilustrasi. Tumpukan sampah mengular di sepanjang Jalan Seibinti hingga kawasan Seilekop, Kecamatan Sagulung, Batam, beberapa waktu lalu. F. Eusebius Sara/Batam Pos

batampos – Persoalan sampah di Kecamatan Sagulung hingga kini masih menjadi keluhan masyarakat. Di sejumlah kawasan perumahan dan kavling, sampah menumpuk selama beberapa hari lantaran belum diangkut petugas. Kondisi tersebut semakin dikeluhkan warga karena menimbulkan aroma tak sedap, terutama saat hujan turun.

Warga menilai keterlambatan pengangkutan sampah membuat lingkungan menjadi kumuh dan mengganggu kenyamanan. Bahkan di beberapa titik, tumpukan sampah terlihat meluber hingga ke badan jalan.

Menanggapi persoalan itu, Camat Sagulung, M. Arfie Eranov, mengatakan pihaknya telah menyampaikan berbagai keluhan masyarakat kepada Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam. Menurutnya, DLH berjanji akan segera melakukan penanganan untuk mengatasi persoalan sampah yang terus berulang di wilayah Sagulung.

Salah satu langkah yang akan dilakukan yakni pembangunan Tempat Penampungan Sementara (TPS) di setiap perumahan maupun kavling dengan jumlah sekitar 500 kepala keluarga (KK). Keberadaan TPS tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pengangkutan sampah oleh petugas.

“DLH menjanjikan dan menjamin sampah yang dikumpulkan di TPS akan diangkut dalam waktu 1x24 jam. Ini dilakukan karena saat ini ada 11 armada pengangkut sampah yang rusak dan pengawasan dilakukan melalui satgas,” ujar Arfie, Senin (25/5).

Ia menjelaskan, selama ini petugas kebersihan masih harus berkeliling dari rumah ke rumah untuk mengambil sampah warga. Kondisi itu dinilai membuat proses pengangkutan menjadi kurang efektif dan memakan waktu lebih lama.

“Dengan adanya TPS di setiap kawasan perumahan, masyarakat nantinya cukup membuang sampah ke lokasi yang telah ditentukan. Selanjutnya, petugas DLH akan melakukan pengangkutan secara rutin,” katanya.

Menurut Arfie, rencana penanganan sampah tersebut dalam waktu dekat akan segera disosialisasikan kepada masyarakat agar warga mengetahui lokasi TPS yang disiapkan pemerintah.

“Kita tinggal menunggu kesiapan dari DLH dan nantinya akan segera disosialisasikan ke masyarakat. Harapannya, persoalan sampah yang selama ini dikeluhkan warga bisa segera teratasi,” katanya.

Ia berharap langkah tersebut juga mampu mengurangi keberadaan TPS liar yang selama ini kerap muncul di tepi jalan maupun lahan kosong. Sebab, keberadaan TPS liar tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga memicu pencemaran lingkungan dan bau tidak sedap.

Selain itu, masih banyak warga yang memilih membakar sampah karena keterlambatan pengangkutan. Kondisi ini dinilai dapat berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan sekitar.

“Kami berharap masyarakat nantinya ikut menjaga kebersihan lingkungan dan membuang sampah pada tempat yang sudah disediakan. Kalau pengangkutan berjalan lancar, tentu TPS liar dan pembakaran sampah bisa berkurang,” tutupnya. (*)

Editor : Jamil Qasim
#sampah #Tak Diangkut #DLH