Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Ziarah Kubur Idul Adha Bawa Berkah bagi Pedagang Bunga di TPU Sei Temiang

Rengga Yuliandra • Jumat, 29 Mei 2026 | 10:01 WIB
Penjual bunga di sekitar TPU Sei Temiang. F. Rengga Yuliandra/ Batam pos
Penjual bunga di sekitar TPU Sei Temiang. F. Rengga Yuliandra/ Batam pos

 batampos – Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah membawa berkah tersendiri bagi para pedagang bunga tabur musiman di kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sei Temiang, Sekupang, Batam.

Tradisi ziarah kubur yang dilakukan masyarakat usai salat Id membuat kawasan pemakaman dipadati peziarah sejak Rabu hingga Kamis (27-28/5).

Di sepanjang jalan menuju TPU, deretan lapak sederhana tampak berjajar rapi. Payung warna-warni, meja kayu, serta kantong berisi bunga mawar, melati, dan kenanga menjadi pemandangan khas yang selalu muncul setiap musim hari raya.

Sejak pagi, para pedagang terlihat sibuk melayani pembeli yang datang silih berganti. Banyak peziarah membeli bunga tabur sebelum memasuki area makam untuk mendoakan keluarga yang telah berpulang.

Yanti, salah seorang pedagang bunga di TPU Sei Temiang, mengaku penjualannya meningkat signifikan dibandingkan hari biasa. Ia bahkan mulai berjualan lebih awal karena banyak pelanggan datang sejak sehari sebelum Idul Adha.

“Dari sebelum Lebaran Haji orang sudah datang beli bunga. Biasanya habis salat Id langsung ramai,” ujarnya.

Menurut Yanti, tradisi ziarah kubur masih sangat kuat di tengah masyarakat Batam. Banyak keluarga menyempatkan diri datang ke makam orang tua maupun kerabat sebelum berkumpul bersama keluarga di rumah.

Harga bunga tabur yang dijual pun relatif terjangkau, mulai Rp5 ribu hingga Rp10 ribu per bungkus tergantung ukuran kemasan. Selain bunga, sejumlah pedagang juga menyediakan air mawar dan air mineral untuk menyiram makam.

Pedagang lainnya, Widia, yang telah hampir 10 tahun berjualan di kawasan TPU Sei Temiang, mengatakan momen hari raya menjadi salah satu waktu yang paling dinantikan para pedagang musiman.

“Kalau momen begini memang rezekinya lebih terasa. Banyak peziarah datang dari luar Batam juga,” katanya.

Di area pemakaman, suasana tampak khidmat. Sejumlah keluarga terlihat membersihkan makam, menabur bunga, dan memanjatkan doa bersama. Anak-anak pun turut mendampingi orang tua mereka, menjadi bagian dari tradisi yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Dika, warga Sekupang, mengaku rutin berziarah setiap hari besar keagamaan. Tahun ini, ia datang bersama istri dan anak-anaknya untuk mendoakan kedua orang tuanya.

“Bukan hanya tradisi, tapi juga pengingat buat kami dan anak-anak tentang pentingnya mendoakan keluarga yang sudah meninggal,” ujarnya.

Sementara itu, Anto, penggali kubur yang telah lama bekerja di TPU Sei Temiang, mengatakan suasana pemakaman berubah jauh lebih hidup saat momen hari raya.

“Biasanya sepi, tapi kalau hari raya begini memang ramai. Orang datang berdoa dan bersihkan makam,” katanya.

Tradisi ziarah kubur tidak hanya menghadirkan nuansa religius di tengah masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi kecil warga sekitar. Lapak-lapak bunga sederhana di tepi jalan menjadi saksi bagaimana doa dan rezeki hadir beriringan di momen hari raya. (*)

Editor : Jamil Qasim
#ziarah kubur #idul adha