Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Polibatam Masuk 10 Besar PTN Vokasi Paling Diminati, Peminat Tembus 10 Ribu

Muhammad Syahban • Jumat, 29 Mei 2026 | 09:31 WIB
Kampus Politeknik Negeri Batam, F dokumen Batam Pos
Kampus Politeknik Negeri Batam, F dokumen Batam Pos

batampos – Minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan tinggi vokasi di Politeknik Negeri Batam terus meningkat. Tahun ini, kampus tersebut berhasil masuk dalam daftar 10 besar Perguruan Tinggi Negeri (PTN) vokasi paling diminati di Indonesia berdasarkan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026.

‎‎Direktur Polibatam, Bambang Hendrawan, mengatakan capaian tersebut menjadi bukti meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan vokasi, khususnya di Kota Batam yang dikenal sebagai kawasan industri nasional.

Baca Juga: Nongsa Jadi Lokasi AI Data Centre Global, Investasi Tembus Rp88 Triliun

‎“Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi kepercayaan masyarakat yang terus meningkat kepada Polibatam. Masuk dalam daftar 10 besar PTN vokasi paling diminati secara nasional menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan vokasi,” ujarnya kepada Batam Pos, Kamis (28/5).

‎Menurut Bambang, tingginya jumlah peminat bukan hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga tanggung jawab besar bagi kampus untuk menjaga mutu pendidikan dan kualitas lulusan.

‎Berdasarkan data SNBT 2026, jumlah peminat Polibatam mencapai 10.339 orang, sementara daya tampung yang tersedia hanya 864 kursi untuk 22 program studi. Artinya, tingkat kelulusan melalui jalur SNBT tahun ini hanya sekitar 8,5 persen.

‎“Calon mahasiswa sebenarnya masih memiliki peluang melalui beberapa jalur mandiri yang masih dibuka,” katanya.

Baca Juga: DLH Batam Akui Kekurangan Armada, Siapkan Sistem Pengangkutan Baru

‎Ia menjelaskan, meningkatnya minat masyarakat tidak terlepas dari konsistensi Polibatam dalam menghadirkan program studi yang relevan dengan kebutuhan industri di Batam maupun kawasan regional lainnya.

‎Selama ini, Polibatam aktif melibatkan industri dalam proses pembelajaran, mulai dari penyusunan kurikulum, pembelajaran berbasis proyek, kehadiran dosen praktisi, hingga program magang industri selama dua semester sebelum mahasiswa lulus.

‎“Masyarakat melihat bahwa pendidikan di politeknik memiliki keterhubungan yang kuat dengan dunia kerja dan kebutuhan industri nyata,” jelasnya.

‎Perkembangan industri di Batam juga menjadi faktor penting meningkatnya minat terhadap pendidikan vokasi. Saat ini, Batam berkembang sebagai kawasan industri manufaktur elektronik, otomasi industri, fabrikasi pendukung oil and gas, galangan kapal, logistik, teknologi digital, green technology, hingga sektor semikonduktor dan artificial intelligence (AI).

‎Kondisi tersebut dinilai menciptakan kebutuhan besar terhadap sumber daya manusia (SDM) terampil dan siap kerja.

‎“Masyarakat kini melihat pendidikan vokasi memiliki peluang besar menghasilkan lulusan yang lebih siap kerja dan relevan dengan kebutuhan industri,” tambahnya.

‎Menariknya, program studi dengan jumlah peminat tertinggi tahun ini justru didominasi jurusan non-engineering. Program Studi Logistik Perdagangan Internasional menjadi yang paling diminati, disusul Administrasi Bisnis, Teknologi Rekayasa Konstruksi Kapal, Akuntansi Manajerial, Teknik Mekatronika, Teknik Mesin, Teknologi Rekayasa Fabrikasi dan Pengelasan, Teknologi Rekayasa Elektronika, Rekayasa Keamanan Siber, hingga Teknik Perawatan Pesawat Udara.

‎Sementara dari sisi tingkat keketatan seleksi, sejumlah program studi berbasis industri modern seperti Teknologi Rekayasa Metalurgi dan Manufaktur Elektronika atau semikonduktor mulai menjadi incaran calon mahasiswa.

‎“Hal ini menunjukkan masyarakat semakin tertarik pada bidang-bidang yang memiliki prospek karier kuat di era digital dan industri modern,” ujar Bambang.

‎Untuk menjaga kualitas lulusan di tengah meningkatnya jumlah mahasiswa, Polibatam terus memperkuat kualitas dosen, laboratorium, teaching factory, project-based learning, hingga kolaborasi langsung dengan industri.

‎Kampus tersebut juga menerapkan pendekatan pendidikan berbasis CDIO (Conceive, Design, Implement, Operate) agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kemampuan praktik, critical thinking, dan problem solving.

‎Mayoritas mahasiswa yang diterima tahun ini masih berasal dari Kepulauan Riau, khususnya Batam, dengan persentase sekitar 80 persen. Namun, peminat dari luar daerah terus meningkat.

‎Mahasiswa baru Polibatam tahun ini tercatat berasal dari sedikitnya 18 provinsi di Indonesia, mulai dari Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, hingga Jawa Barat.

‎“Ini menunjukkan Polibatam mulai dikenal secara nasional sebagai salah satu kampus vokasi yang memiliki kedekatan kuat dengan industri serta peluang kerja yang tinggi,” katanya.

‎Bambang menambahkan, tingkat serapan lulusan Polibatam di dunia kerja juga masih cukup tinggi. Dalam beberapa tahun terakhir, sekitar 78 hingga 80 persen lulusan berhasil mendapatkan pekerjaan kurang dari enam bulan setelah wisuda.

‎“Banyak lulusan kami yang direkrut bahkan sebelum wisuda melalui program magang atau kerja sama industri,” ujarnya.

‎Ke depan, Polibatam menargetkan diri menjadi pusat pendidikan vokasi unggulan berbasis industri dan teknologi maju di Indonesia, dengan penguatan pada sektor semikonduktor, AI, robotika, energi hijau, dan industri digital.

‎“Pendidikan vokasi sekarang mulai dipandang sebagai pilihan utama, bukan lagi pilihan alternatif. Ini menjadi keuntungan Polibatam karena berada di lingkungan industri yang sangat kondusif untuk kolaborasi dan pengembangan talenta siap kerja,” tutup Bambang. (*)

Editor : Jamil Qasim
#PTN Vokasi Paling Diminati #polibatam