Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Bappenas Dukung Proyek Energi Angin Jadi Listrik Pertama di Batam

Antara • Jumat, 29 Mei 2026 | 15:36 WIB
 Menteri Bappenas Rachmat Pambudy saat menandatangani prasasti peresmian gedung Cakrawala dan Nusantara PT McDermott Indonesia di Batam, Kepri, Kamis (28/5/2026). F. Diskominfo Kepri
Menteri Bappenas Rachmat Pambudy saat menandatangani prasasti peresmian gedung Cakrawala dan Nusantara PT McDermott Indonesia di Batam, Kepri, Kamis (28/5/2026). F. Diskominfo Kepri

batampos - Kementerian PPN/Bappenas menyatakan dukungan terhadap pengembangan proyek konversi energi angin menjadi listrik pertama di Indonesia yang berlokasi di Kota Batam, Kepulauan Riau.

Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, saat menghadiri peresmian Gedung Cakrawala dan Nusantara milik PT McDermott Indonesia, Kamis.

“Kita semua berharap proyek ini memberikan banyak manfaat baik dari sisi ekonomi dan investasi, yang tidak hanya dirasakan bagi Kota Batam semata, tapi juga nasional secara umum,” ujar Rachmat.

 

Proyek Energi Angin Pertama di Indonesia

Proyek tersebut merupakan bagian dari Tennet 2GW High Voltage Direct Current (HVDC), yakni sistem konversi energi angin menjadi listrik berskala besar yang dikembangkan di Batam.

Selain menjadi proyek energi terbarukan pertama di Indonesia, inisiatif ini juga dinilai sebagai langkah strategis dalam pengembangan industri energi berkelanjutan yang mampu bersaing di tingkat global.

Baca Juga: Jamaah Haji Mulai Hadapi Fase Terberat di Mina dan Jamarat

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengatakan proyek ini memperkuat posisi Batam sebagai pusat industri fabrikasi dan energi nasional sekaligus bagian dari rantai pasok energi bersih dunia.

 

Investasi Rp4 Triliun dan Serapan Ribuan Tenaga Kerja

Gedung Cakrawala dan Gedung Nusantara yang diresmikan merupakan fasilitas penunjang proyek dengan nilai investasi mencapai 240 juta dolar AS atau sekitar Rp4 triliun.

Sejak beroperasi di Batam pada 1970-an, McDermott telah berkembang dari lahan 8 hektare menjadi kawasan industri fabrikasi lepas pantai seluas 110 hektare.

Menurut Ansar, proyek ini juga memberikan dampak ekonomi signifikan, termasuk penyerapan sekitar 7.000 tenaga kerja lokal selama proses konstruksi serta pelibatan insinyur muda dalam perencanaan struktur.

“Ini memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi Kepri yang mencapai 7,04 persen pada triwulan I-2026,” ujarnya.

Baca Juga: TNI AL Gagalkan Penyelundupan 25 Kontainer Minerba Diduga Mengandung Radioaktif di Batam

Dorong Kepri Jadi Pusat Energi Berkelanjutan

Pemerintah berharap proyek ini tidak hanya menjadi simbol transisi energi bersih, tetapi juga memperkuat posisi Kepulauan Riau sebagai pusat industri energi masa depan di Indonesia.

Peresmian ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti oleh Menteri PPN/Bappenas, Gubernur Kepri, serta manajemen PT McDermott Indonesia. (*)

Editor : Putut Ariyo
#energi terbarukan #Bappenas #McDermott Indonesia #kepulauan riau #batam