batampos – Dua hari setelah perayaan Iduladha, harga ayam potong segar di sejumlah pasar tradisional Kota Batam masih bertahan tinggi. Di beberapa pasar, harga ayam bahkan mencapai Rp45 ribu per kilogram. Namun di tengah tingginya harga tersebut, permintaan masyarakat justru mengalami penurunan.
Pantauan di Pasar Botania, Jumat (29/5), harga ayam potong segar dijual di kisaran Rp44 ribu hingga Rp46 ribu per kilogram. Sementara ayam beku dipasarkan sekitar Rp41 ribu per kilogram. Untuk ayam per ekor yang umumnya digunakan sebagai bahan menu ayam penyet, harga berkisar Rp33 ribu hingga Rp38 ribu per ekor, tergantung ukuran.
Salah seorang pedagang ayam potong di Pasar Botania, Andri, mengatakan tingginya harga ayam sebenarnya sudah terjadi sebelum Iduladha. Karena itu, pasca lebaran harga tidak mengalami kenaikan yang signifikan.
“Harga memang sudah tinggi sebelum lebaran. Jadi sekarang sebenarnya tidak naik lagi,” ujarnya.
Menurut Andri, penjualan ayam justru mengalami penurunan setelah Iduladha. Jika pada hari biasa ia mampu menjual hingga 300 kilogram ayam per hari, saat ini penjualannya hanya berkisar antara 150 hingga 200 kilogram.
“Kalau sekarang pembeli berkurang. Mungkin karena masyarakat masih banyak menyimpan daging kurban,” katanya.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut merupakan fenomena yang lazim terjadi setiap Iduladha. Banyak masyarakat masih mengonsumsi daging sapi maupun kambing kurban sehingga kebutuhan terhadap ayam potong untuk sementara waktu menurun.
Meski permintaan menurun, para pedagang tetap mempertahankan pasokan karena memperkirakan konsumsi masyarakat akan kembali normal dalam beberapa hari ke depan.
“Biasanya seminggu setelah lebaran baru mulai normal lagi pembelinya,” tambah Andri.
Kondisi serupa juga terjadi di Pasar Summerland, Nongsa. Harga ayam potong di pasar tersebut terpantau berada di kisaran Rp45 ribu per kilogram.
Heru, salah seorang karyawan lapak ayam potong di pasar tersebut, mengatakan minat masyarakat membeli ayam mulai menurun sejak hari pertama Iduladha.
“Sejak lebaran memang agak sepi pembeli. Tidak seperti hari biasa,” ujarnya.
Menurut Heru, sebagian besar masyarakat masih memanfaatkan stok daging kurban yang diperoleh saat Iduladha sehingga pembelian ayam potong belum kembali stabil. Kondisi itu turut berdampak pada omzet pedagang yang mengalami penurunan dibandingkan pekan sebelumnya.
Biasanya lapaknya mampu menjual ratusan kilogram ayam setiap hari. Namun dalam beberapa hari terakhir volume penjualan turun cukup signifikan.
“Kalau stok tetap ada, cuma pembelinya saja yang berkurang,” katanya.
Para pedagang memperkirakan permintaan ayam potong akan kembali meningkat dalam beberapa hari mendatang seiring berkurangnya persediaan daging kurban di rumah tangga masyarakat. (*)
Editor : Jamil Qasim