batampos - Misteri penemuan jasad bayi laki-laki di Pantai Sekilak, Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, masih belum terungkap. Hingga kini, polisi belum dapat memastikan identitas maupun asal-usul bayi tersebut dan masih menunggu hasil autopsi untuk mengungkap penyebab kematiannya.
Kapolsek Nongsa Kompol Eriman mengatakan, hasil penyelidikan sementara mengarah pada dugaan bahwa bayi tersebut tidak dibuang di lokasi penemuan. Jasad bayi diduga hanyut terbawa arus laut dari tempat lain sebelum akhirnya terdampar di kawasan Pantai Sekilak.
“Masih dalam penyelidikan. Dugaan sementara bayi itu dibuang dari tempat lain lalu hanyut hingga terdampar di Pantai Sekilak,” ujar Eriman, kemarin.
Menurut dia, kondisi jasad yang ditemukan mengalami kerusakan cukup parah diduga akibat terbentur bebatuan di sepanjang pesisir pantai. Saat ditemukan, bagian kepala bayi dalam kondisi pecah dan salah satu kakinya patah.
“Kondisi pantai di lokasi penemuan berupa pasir dan bebatuan. Kemungkinan saat hanyut jasad bayi terbentur batu-batu yang ada di sekitar pantai,” katanya.
Baca Juga: Dua Nelayan Mantang Dikeroyok Warga Tak Dikenal, Ada Apa?
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Nongsa Iptu Rayhan Aditya Ramadhan mengatakan penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengungkap identitas orang tua maupun asal-usul bayi tersebut.
Menurut Rayhan, hingga saat ini polisi belum menemukan petunjuk yang mengarah pada identitas bayi maupun pihak yang diduga membuangnya. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk beberapa bidan yang berpraktik di wilayah sekitar.
“Kami sudah memeriksa beberapa bidan, namun sejauh ini belum ditemukan informasi yang mengarah pada identitas bayi tersebut. Penyidikan masih terus berjalan,” ujarnya.
Selain memeriksa saksi, polisi juga menunggu hasil autopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri. Hasil pemeriksaan medis tersebut diharapkan dapat mengungkap penyebab kematian bayi serta memastikan apakah bayi meninggal sebelum atau sesudah dibuang.
“Hasil autopsi masih kami tunggu. Nantinya hasil itu akan menjadi salah satu petunjuk penting dalam proses penyelidikan,” tambah Rayhan.
Sebelumnya, warga Nongsa digegerkan dengan penemuan jasad bayi laki-laki di kawasan Pantai Sekilak pada Rabu (20/5) sore. Bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh sejumlah anak yang sedang bermain dan berenang di sekitar pantai.
Saat ditemukan, kondisi jasad sudah mulai membusuk dan berubah warna sehingga sempat dikira boneka oleh warga sekitar. Setelah dipastikan merupakan jasad bayi, warga kemudian melaporkan temuan tersebut kepada ketua RW dan pihak kepolisian.
Dari hasil pemeriksaan awal, bayi berjenis kelamin laki-laki itu diduga baru dilahirkan. Polisi menemukan tali pusar yang masih menempel pada tubuh bayi, yang mengindikasikan bayi tersebut kemungkinan belum lama lahir sebelum akhirnya meninggal dunia.
Editor : Putut Ariyo