batampos – Bandara Internasional Hang Nadim Batam kehilangan satu rute penerbangan internasional setelah maskapai asal Korea Selatan, Jeju Air, menghentikan sementara layanan penerbangan langsung Batam (BTH)–Incheon (ICN)–Batam mulai 1 Juni hingga 24 Oktober 2026.
Dengan penghentian sementara tersebut, saat ini Bandara Hang Nadim hanya melayani dua rute internasional aktif, yakni menuju Kuala Lumpur, Malaysia, dan Jeddah, Arab Saudi.
Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (BIB), Annang Setia Budhi, mengatakan pihaknya telah menerima pemberitahuan resmi dari Jeju Air terkait penghentian sementara operasional rute tersebut.
“PT Bandara Internasional Batam telah menerima pemberitahuan resmi dari Jeju Air mengenai penghentian sementara operasional penerbangan langsung rute Batam–Incheon–Batam untuk periode 1 Juni 2026 sampai dengan 24 Oktober 2026,” ujar Annang.
Ia menegaskan, berdasarkan informasi yang diterima dari pihak maskapai, penghentian sementara layanan tersebut tidak berkaitan dengan isu kendala pasokan bahan bakar yang sempat beredar di masyarakat.
“Secara khusus informasi yang kami terima dari pihak maskapai tidak menyampaikan penghentian sementara rute Batam–Incheon disebabkan oleh kendala pasokan bahan bakar,” katanya.
Baca Juga: Kabur Usai Menusuk Pria 7 Kali di Batam Kota, Pemuda Ini Malah Ditangkap Saat Lapor ke Polisi
Menurut Annang, industri penerbangan global saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan operasional dan komersial yang cukup kompleks. Kondisi tersebut mendorong sejumlah maskapai melakukan evaluasi terhadap jaringan rute yang dioperasikan.
Beberapa faktor yang memengaruhi kinerja industri penerbangan antara lain dinamika permintaan pasar, efisiensi jaringan penerbangan, kenaikan biaya operasional, fluktuasi harga avtur, nilai tukar mata uang, kondisi geopolitik global, hingga perlambatan ekonomi di sejumlah negara.
“Tantangan tersebut turut memengaruhi pola perjalanan masyarakat dan kinerja industri penerbangan secara keseluruhan,” ujarnya.
Karena itu, maskapai penerbangan secara berkala melakukan penyesuaian dan evaluasi terhadap rute-rute yang dilayani guna menjaga keberlanjutan usaha sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
Annang menegaskan PT BIB menghormati keputusan bisnis yang diambil Jeju Air sebagai bagian dari strategi perusahaan dalam menyesuaikan operasional dengan kondisi pasar saat ini.
“Kami menghormati keputusan bisnis yang diambil Jeju Air sebagai bagian dari strategi perusahaan dalam menyesuaikan operasionalnya dengan kondisi pasar dan industri penerbangan saat ini,” katanya.
Meski kehilangan satu rute internasional, pengelola bandara memastikan layanan penerbangan internasional lainnya tetap berjalan normal. PT BIB juga terus berupaya memperluas konektivitas penerbangan internasional dari Batam guna mendukung sektor pariwisata, investasi, dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Sebelumnya, Bandara Hang Nadim mengantongi izin untuk melayani tiga rute internasional, yakni Incheon, Jeddah, dan Kuala Lumpur. Namun dengan penghentian sementara rute Batam–Incheon oleh Jeju Air, jumlah rute internasional aktif yang beroperasi dari Batam kini tersisa dua. (*)
Editor : Jamil Qasim