batampos – Pemerintah Kabupaten Karimun kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan suku, ras, maupun agama. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembangunan dan peresmian Rumah Duka Vidya Sagara di Kelurahan Meral Kota, Kecamatan Meral, Sabtu (6/6).
Rumah duka yang dibangun menggunakan APBD 2025 itu kini hadir dengan fasilitas yang lebih lengkap dan representatif dibandingkan kondisi sebelumnya yang serba terbatas. Bangunan baru tersebut dilengkapi ruang keluarga, dapur, serta fasilitas penunjang lainnya untuk memberikan kenyamanan bagi keluarga yang sedang berduka.
Bupati Karimun, Iskandarsyah, mengatakan pemerintah daerah akan terus hadir dan memberikan dukungan kepada seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang etnis maupun agama.
“Pemerintah daerah tidak memandang suku dan ras dalam memberikan bantuan, baik bantuan sosial maupun keagamaan. Semua masyarakat memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian dari pemerintah,” ujarnya saat meresmikan rumah duka tersebut.
Menurut Iskandarsyah, pembangunan Rumah Duka Vidya Sagara berawal dari aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui Anggota DPRD Karimun, Herman Akham. Usulan tersebut kemudian ditindaklanjuti karena dinilai menyangkut kebutuhan masyarakat luas.
“Pembangunan ini menunjukkan bahwa pemerintah hadir untuk semua golongan masyarakat. Kami berharap kebersamaan, toleransi, dan kekompakan yang selama ini terjalin di Karimun terus dipertahankan karena menjadi modal penting dalam pembangunan daerah dan menarik investasi,” katanya.
Anggota DPRD Karimun sekaligus tokoh masyarakat Meral, Herman Akham, menyebut rumah duka yang lebih layak dan representatif telah lama menjadi harapan masyarakat.
Sebelumnya, rumah duka yang ada hanya mampu menampung dua keluarga yang sedang berduka dalam waktu bersamaan. Setelah dibangun ulang, kapasitasnya meningkat menjadi tiga keluarga dengan fasilitas yang jauh lebih memadai.
Baca Juga: Jangan Menunggu Sakit, Pemeriksaan Kesehatan Berkala Penting untuk Deteksi Dini
“Kami mewakili masyarakat menyampaikan apresiasi kepada Bupati Karimun dan pemerintah daerah yang telah merealisasikan pembangunan ini. Semoga perhatian seperti ini terus berlanjut pada masa mendatang,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Vidya Sagara, Ahong, menegaskan bahwa rumah duka tersebut terbuka untuk seluruh masyarakat tanpa memandang etnis maupun agama.
“Rumah duka ini bukan hanya untuk etnis Tionghoa atau agama tertentu. Siapa pun yang membutuhkan dapat menggunakannya. Kami juga berterima kasih kepada masyarakat sekitar yang telah menunjukkan toleransi dan dukungan selama proses pembangunan berlangsung,” katanya.
Ia berharap keberadaan Rumah Duka Vidya Sagara dapat menjadi simbol kebersamaan dan toleransi yang selama ini terjaga di Kabupaten Karimun. (*)
Editor : M Tahang