batampos – Kunjungan Atase Pertahanan dari 19 negara sahabat ke Kota Batam menjadi momentum penting untuk memperkenalkan posisi strategis Batam di jalur pelayaran internasional Selat Malaka. Kunjungan tersebut sekaligus menunjukkan semakin besarnya perhatian dunia internasional terhadap perkembangan Batam sebagai kawasan ekonomi dan investasi yang terus tumbuh.
Berada di salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia, yang dilintasi lebih dari 100 ribu kapal setiap tahun, Batam memiliki peran penting dalam konektivitas perdagangan global. Selain dikenal sebagai kawasan industri dan investasi, Batam juga dinilai memiliki nilai strategis dari sisi keamanan, stabilitas, dan konektivitas kawasan.
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan kunjungan para Atase Pertahanan tersebut merupakan bagian dari diplomasi pertahanan yang memiliki arti penting bagi Indonesia maupun Batam.
Menurutnya, kehadiran delegasi dari 19 negara sahabat menunjukkan bahwa Batam dipandang sebagai kawasan yang stabil, relevan, dan memiliki prospek besar dalam berbagai bentuk kerja sama internasional.
"Kunjungan para Atase Pertahanan dari 19 negara sahabat ke Batam merupakan bagian dari diplomasi pertahanan yang memiliki nilai strategis bagi Indonesia dan Batam. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa Batam dipandang sebagai kawasan yang penting, stabil, dan relevan dalam konteks kerja sama internasional," kata Ariastuty, Minggu (7/6).
Dalam kesempatan tersebut, BP Batam memaparkan perkembangan Batam sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas yang terus berkembang menjadi pusat investasi, industri manufaktur, logistik, dan perdagangan internasional.
Baca Juga: Harga Avtur di Bandara Hang Nadim Batam Turun 10 Persen
Batam dinilai memiliki sejumlah keunggulan kompetitif yang tidak banyak dimiliki daerah lain. Selain berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, Batam juga didukung infrastruktur yang terus berkembang, mulai dari pelabuhan internasional, bandara, kawasan industri, hingga jaringan logistik modern.
Ariastuty menegaskan bahwa stabilitas kawasan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan tingkat kepercayaan investor dan mitra internasional. Dalam perspektif investasi global, keamanan dan kepastian pembangunan menjadi elemen penting selain insentif dan kemudahan berusaha.
"Kepercayaan tidak hanya dibentuk oleh insentif dan fasilitas, tetapi juga oleh persepsi bahwa suatu kawasan aman, tertib, stabil, dan memiliki arah pembangunan yang jelas. Karena itu, kehadiran para Atase Pertahanan ini memperkuat pesan bahwa Batam adalah kawasan yang kondusif dan dipercaya," ujarnya.
Meski demikian, BP Batam menyebut kunjungan tersebut belum secara khusus membahas peluang investasi di sektor pertahanan ataupun pengembangan industri militer di Batam. Pertemuan lebih difokuskan pada pengenalan potensi kawasan serta perkembangan pembangunan Batam sebagai salah satu gerbang ekonomi Indonesia.
Belum terdapat pembahasan terkait pembentukan kawasan industri pertahanan khusus maupun rencana investasi pada sektor galangan kapal militer, teknologi drone, elektronik pertahanan, atau komponen industri militer lainnya.
Namun demikian, Ariastuty menilai kunjungan tersebut tetap memiliki dampak strategis karena membuka ruang komunikasi yang lebih luas dengan negara-negara sahabat sekaligus meningkatkan eksposur Batam di tingkat internasional.
Menurutnya, para delegasi dapat melihat secara langsung perkembangan Batam, tata kelola kawasan, serta bagaimana pertumbuhan ekonomi mampu berjalan seiring dengan stabilitas dan keamanan wilayah.
"Dari kunjungan ini mereka dapat melihat langsung bagaimana Batam tumbuh, bagaimana kawasan ini dikelola, serta bagaimana stabilitas dan kemajuan ekonomi berjalan bersama," katanya.
Ia menambahkan, pengalaman dan kesan yang diperoleh para Atase Pertahanan selama berada di Batam berpotensi menjadi referensi penting bagi pemerintah maupun pelaku usaha di negara masing-masing dalam melihat peluang kerja sama dengan Indonesia.
Di tengah derasnya arus investasi yang masuk ke Batam, mulai dari sektor manufaktur, logistik, energi, hingga pusat data (data center), kunjungan tersebut menjadi pengakuan bahwa Batam semakin diperhitungkan sebagai kawasan strategis Indonesia di Asia Tenggara.
"Dari kunjungan ini, mereka tentu dapat membawa laporan dan kesan positif kepada negara masing-masing bahwa Batam adalah kawasan strategis Indonesia yang terus berkembang dan layak menjadi perhatian dalam kerja sama global ke depan," ujar Ariastuty. (*)
Editor : Putut Ariyo