batampos – Pemerintah Kota Batam mulai mengarahkan program beasiswa pendidikan tinggi kepada perguruan tinggi yang dinilai mampu mencetak sumber daya manusia (SDM) siap kerja sesuai kebutuhan industri. Salah satu kampus yang menjadi mitra utama dalam program tersebut adalah Politeknik Negeri Batam (Polibatam).
Direktur Polibatam, Bambang Hendrawan, menyambut positif pelaksanaan Program Beasiswa Pemko Batam yang mulai berjalan tahun ini. Menurutnya, program tersebut menjadi langkah strategis untuk membuka akses pendidikan tinggi sekaligus mempersiapkan generasi muda Batam agar mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Ini merupakan salah satu langkah nyata untuk mendorong anak-anak Batam agar dapat terus melanjutkan pendidikan dan nantinya mengisi pembangunan di Kota Batam,” ujar Bambang, Senin (8/6).
Pada tahun pertama pelaksanaannya, Polibatam menyediakan kuota awal sebanyak 30 mahasiswa penerima beasiswa. Meski kuota terbatas, minat masyarakat terbilang tinggi karena jumlah pendaftar telah melampaui kapasitas yang tersedia.
“Saat ini baru hari pertama, tetapi kuota 30 orang sudah terserap. Namun pendaftarnya tentu lebih dari itu dan tetap ada proses seleksi,” katanya.
Fokus pada Program Studi Pendukung Industri
Bambang menjelaskan, program beasiswa difokuskan pada jenjang Sarjana Terapan yang memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan sektor industri dan pembangunan ekonomi Batam.
Terdapat sekitar 15 program studi yang dapat dipilih calon mahasiswa, antara lain Mekatronika, Robotika, Rekayasa Pembangkit Energi, Rekayasa Konstruksi Kapal, Rekayasa Fabrikasi dan Pengelasan, Rekayasa Keamanan Siber, Multimedia, Animasi, Game Technology, hingga Logistik Perdagangan Internasional.
Menurutnya, program-program tersebut sangat relevan dengan karakter Batam sebagai kawasan industri manufaktur, galangan kapal, logistik, dan ekonomi digital yang terus berkembang.
Ke depan, Polibatam berharap cakupan program beasiswa dapat diperluas hingga mencakup program Diploma Tiga (D3) unggulan yang juga memiliki kebutuhan tinggi di dunia kerja.
Beberapa program yang dinilai potensial antara lain Perawatan Pesawat Udara, Geomatika, dan Teknologi Semikonduktor.
“Kami berharap nantinya beasiswa juga dapat mencakup program D3 unggulan yang sangat dibutuhkan ke depan,” ujarnya.
Seleksi Tak Hanya Berdasarkan Nilai
Dalam proses seleksi, calon penerima beasiswa tidak hanya dinilai dari prestasi akademik. Polibatam juga melakukan wawancara untuk mengukur motivasi, minat, dan kesesuaian calon mahasiswa dengan program studi yang dipilih.
Menurut Bambang, pendekatan tersebut penting agar mahasiswa memiliki komitmen kuat dalam menyelesaikan pendidikan dan mampu mengembangkan kompetensi yang dibutuhkan industri.
“Kami ingin memastikan mahasiswa yang menerima beasiswa benar-benar memiliki motivasi belajar yang tinggi dan sesuai dengan bidang yang dipilih,” katanya.
Selain itu, kualitas pendidikan di Polibatam terus diperkuat melalui berbagai program studi yang telah meraih akreditasi unggul maupun pengakuan internasional.
Lulusan Banyak Direkrut Industri
Sebagai perguruan tinggi vokasi, Polibatam dikenal memiliki hubungan erat dengan dunia industri. Salah satu keunggulannya adalah program magang industri yang wajib diikuti mahasiswa tingkat akhir.
Setiap tahun, lebih dari 2.000 mahasiswa menjalani magang selama dua semester di berbagai perusahaan. Program tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengenal dunia kerja sekaligus membuka peluang direkrut sebelum lulus.
“Mahasiswa terbiasa dengan lingkungan kerja industri, sementara perusahaan dapat melihat langsung kinerja mereka. Jika sesuai kebutuhan, mereka bahkan bisa direkrut sebelum menyelesaikan kuliah,” jelas Bambang.
Selain magang, proses pembelajaran di Polibatam menerapkan pendekatan project-based learning, product-based learning, dan problem-based learning yang menempatkan mahasiswa pada situasi kerja nyata.
Melalui metode tersebut, mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga terbiasa menyelesaikan persoalan yang dihadapi industri.
Penerima Beasiswa Akan Dipantau Khusus
Meski mengikuti proses perkuliahan reguler bersama mahasiswa lainnya, peserta program beasiswa akan mendapatkan pengawasan dan evaluasi khusus dari kampus.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan penerima beasiswa tetap memiliki semangat belajar yang tinggi dan mampu mencapai kompetensi yang menjadi target program.
“Proses pembelajarannya tetap bersama mahasiswa reguler. Namun karena ini program kemitraan, kami akan melakukan monitoring dan evaluasi secara khusus untuk mengawal proses belajar mereka dan memastikan kompetensi yang dibutuhkan dapat tercapai,” kata Bambang.
Melalui program ini, Pemko Batam berharap semakin banyak generasi muda yang memperoleh akses pendidikan tinggi berkualitas sekaligus memiliki kesiapan memasuki dunia kerja sesuai kebutuhan industri yang terus berkembang di Kota Batam. (*)
Editor : Putut Ariyo