batampos – Warga Kampung Tengah, Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, dikejutkan dengan kabar meninggalnya seorang pelajar SMP pada Kamis (11/6) pagi.
Korban diketahui merupakan siswa kelas IX salah satu SMP negeri di Kecamatan Nongsa. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh pihak keluarga saat mencari keberadaan korban yang tidak ditemukan di dalam rumah.
Kanit Reskrim Polsek Nongsa, Iptu Rayhan Aditya Ramadhan, mengatakan ibu korban mulai mencari anaknya sekitar pukul 06.00 WIB setelah menyadari korban tidak berada di tempat tidur. Upaya menghubungi korban melalui telepon juga tidak membuahkan hasil.
“Korban beberapa kali dihubungi, tetapi tidak dapat dihubungi. Sekitar pukul 07.30 WIB, ibu korban berupaya memastikan keberadaan korban di lantai atas rumah,” ujar Rayhan.
Saat dilakukan pengecekan, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Keluarga kemudian meminta bantuan warga sekitar sebelum peristiwa tersebut dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Tim Identifikasi Polresta Barelang bersama petugas medis yang melakukan pemeriksaan awal tidak menemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Polisi menyatakan penyebab pasti kejadian masih dalam proses pendalaman.
“Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Kami masih melakukan pendalaman terkait latar belakang peristiwa ini,” kata Rayhan.
Menurutnya, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan berbagai keterangan untuk melengkapi proses penyelidikan. Dugaan adanya persoalan pribadi yang dialami korban juga masih didalami lebih lanjut.
“Kami menduga ada permasalahan pribadi yang menjadi pemicu. Namun hal itu masih dalam pendalaman,” tambahnya.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi. Penolakan tersebut telah disampaikan secara tertulis kepada penyidik.
Salah seorang warga, Sigit, mengaku terkejut mendengar kabar meninggalnya korban. Menurutnya, korban dikenal sebagai pelajar yang sehari-hari beraktivitas seperti remaja pada umumnya.
“Kami semua kaget mendengar kejadian ini. Korban masih sekolah dan sehari-hari biasa saja seperti anak-anak seusianya,” ujarnya.
Hingga kini, kepolisian masih melengkapi administrasi penyelidikan serta mengumpulkan keterangan tambahan guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi. (*)
Editor : Putut Ariyo